Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:03wib
KontraS menyatakan selama 100 hari kepemimpinan Jenderal Listyo, kondisi penegakan hukum dan HAM yang dilakukan oleh kepolisian tak kunjung membaik. Pemerintah Nepal tengah kelabakan karena jumlah kasus infeksi virus corona di negara itu melonjak 57 kali lipat, akibat penyebaran virus jenis mutasi dari India.
Sejumlah Penerbangan Indonesia Larang Angkut Ponsel Merek Ini

Kamis, 15-April-2021 14:50

Sejumlah Penerbangan Indonesia larang angkut ponsel VIVO
Foto : Pikiran rakyat
Sejumlah Penerbangan Indonesia larang angkut ponsel VIVO
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Merujuk pada Notice dari Safety, Security  dan Quality Directorate dengan Notice No 05/SSQ/SN/IV/2021, perihal pelarangan Pengiriman Kargo Mobile Phone (HP) VIVO Semua Tipe dan mengacu adanya insiden terbakarnya kiriman ponsel merek tersebut di Bandara Hong Kong panda 11 April, yang direncanakan akan dimuat di pesawat maskapai Hongkong Airlines/Hongkong Air Cargo Courier.

Buntut dari insiden terbakarnya kiriman ponsel Vivo tipe Y20 di Bandar Udara Internasional Hong Kong pada Minggu, 11 April 2021, sejumlah penerbangan nasional baik Garuda Indonesia, Batik air, dan Lion air,  melakukan pelarangan/embargo pengiriman ponsel merek tersebut melalui kargo udara. 

Hal tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan Informasi Kargo Nomor QA/007/IV/2021 dengan judul Pelarangan Pengiriman Kargo Mobile Phone/Ponsel Vivo Semua Tipe. 

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melarang pengiriman kargo ponsel merek Vivo untuk semua tipe. 

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra pun mengonfirmasi surat yang beredar tersebut. Bukan hanya Garuda Indonesia, demikian juga dengan Lion air, Batik Air.

Adapun berikut ketentuan Garuda Indonesia terhadap ponsel Vivo Indonesia : 

1. Semua posel Vivo dilarang diterima/diangkut melalui kargo udara. 

2. Spare part, aksesoris, dan selubung (casing ponsel) tanpa baterai lithium dapat diterima dan diangkut melalui kargo udara. 

3. Petugas Cargo Acceptace/AVSEC harus memastikan setiap pengiriman ponsel tidak ada merek semua Vivo, dibuktikan dengan packing list atau pemeriksaan secara acak. 

Peraturan ini akan terus berlaku hingga ada hasil terbaru dari investigasi HKCAD. Setelah itu, pihak Garuda Indonesia akan melakukan evaluasi ulang, serta menerbitkan surat pemberitahuan baru.  

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani