Netral English Netral Mandarin
banner paskah
11:18wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Sebut Rizieq Ngawur dan Bandingkan Kasus Jokowi, TG: Gue Udah Jelasin Masih Aja Bloon

Rabu, 24-Februari-2021 19:16

Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
Foto : Youtube
Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi membandingkan kasus kerumunan dari Pentolan Ormas Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Seperti diketahui HRS terseret kasus kerumunan saat di Megamendung dan Peringatan Maulid Nabi, hingga pernikahan puterinya. 

Saat ini, nama Presiden Jokowi juga tengah hangat menjadi pusat perbincangan. Pasalnya telah terjadi kerumunan orang saat Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT) kemarin, Selasa (23/2/2021).

"Ketika Rizieq berkendaraan dan dihentikan warga, apakah Rizieq bisa dipidana? Tentu tidak karena tidak ada aturannya. Begitupun dengan kejadian kunjungan pak Jokowi di NTT," kata Teddy, dikutip dari cuitannya, Rabu (24/2/2021).

Lebih lanjut Teddy tegaskan bahwa yang dikenakan pidana itu apabila sengaja membuat acara dan sudah diingatkan, masih melanggar protokol.

"Gue udah jelasin bulan lalu, masih aja bloon *emoticon tersenyum*," tegas Teddy. 

Sebelumnya Teddy juga menjelaskan bahwa tidak ada pasal pidana berkerumun. Diketahuinya, yang ada adalah pasal tidak menuruti permintaan atau perintah pihak berwenang untuk bubar saat berkerumun. 

Kalau ada pasal pidana berkerumun, maka seluruh orang di dalam rumah dipidana.

"Jangan dengerin si Rizieq, ngawur dia..," ujar Teddy.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli