Netral English Netral Mandarin
05:01wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Sebut Nyawa Terlalu Murah di Indonesia, Munarman Protes ZA Ditembak Mati, EK: Mestinya Diajak Arisan, gitu?

Jumat, 02-April-2021 11:19

Munarman
Foto : Istimewa
Munarman
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Munarman menkritik langkah polisi menembak mati pelaku teror di Mabes Polri. Menurutnya nyawa di Indonesia tertalu murah.

Eko Kuntadhi langsung membalas ketus dengan menyebut apa mesti diajak arisan?

“Mestinya diajak arisan, gitu?” kata Eko Kuntadi, dinukil NNC 2 April 2021.

Sementara sebelumnya diberitakan, baru sekitar tiga hari berlalu usai peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Makassar, baru-baru ini aksi teror lainnya kembali menyerang.

Adapun aksi teror tersebut terjadi pada hari Rabu sore kemarin, 31 Maret 2021, di Mabes Polri Jakarta.

Sang teroris perempuan berinisial ZA yang berusia 25 tahun tewas di lokasi kejadian seusai baku tembak dengan pihak kepolisian.

Ya, ia terpaksa ditembak mati setelah nekat menerobos Mabes Polri dan menodongkan senjata ke arah beberapa petugas kepolisian.

Menanggapi hal tersebut, mantan juru bicara Front Pembela Islam (FPI), yakni Munarman, angkat bicara. Ia mengaku prihatin setelah melihat cuplikan video amatir detik-detik ditembaknya terduga teroris ZA di Mabes Polri.

Munarman lantas menyebut bahwasanya nyawa manusia di Indonesia harganya terlalu murah.

“Itu yang kita prihatinkan. Terlalu mudah, terlalu murah harga nyawa manusia di Indonesia ini, dan itu berulang-ulang kejadian seperti itu,” ujar Munarman sebagaimana dikutip terkini.id dari tribunnews melansir sebuah video di kanal YouTube Refly Harun pada Kamis, 1 April 2021.

“Siapa pun juga orangnya, yang jelas nyawanya. Jadi, harganya sangat murah sekali,” sambungnya.

Munarman menyoroti keputusan pihak kepolisian untuk menembak mati perempuan terduga teroris tersebut. Menurutnya, terduga teroris seharusnya bisa dilumpuhkan tanpa perlu ditembak mati seperti itu.

Apalagi, kata Munarman, selama ini petugas keamanan di Indonesia dibekali dengan pelatihan menembak. Plus, teroris ZA juga seorang perempuan.

“Apalagi, kan, ini perempuan. Bisa dilakukan penembakan pelumpuhan itu pada kaki. Katakanlah pada tangan, katakanlah dia pemegang senjata bisa di bagian tangannya,” tutur Munarman.

“Kan dilatih menembak aparat hukum kita. Ada punya lapangan tembak sendiri dan terlatih,” pungkasnya, menyayangkan keputusan pihak kepolisian.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto