Netral English Netral Mandarin
04:55wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Sebut Menag Yaqut Hilang Akal, Anwar Abbas Kena Skakmat Budiman Sudjatmiko Begini

Jumat, 09-April-2021 09:25

Anwar Abbas
Foto : Suara Muhammadiyah
Anwar Abbas
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Budiman Sudjatmiko ikut angkat bicara menanggapi pernyataan Anwar Abbas yang menyebut Menteri Agama Yaqut hilang akal gegara Menag mengharap doa semua agama di awal kegiatan di Kemenag. 

Budiman mengungkit peribahasa agar kita menghormati kearifan loka. 

“Orang itu lupa bahwa di bumi Nusantara kaki berpijak, langitnya harus dijunjung,” kata Budiman saat membalas tautan yang dibagikan Gus Sahal, Kamis malam (8/4/21).

Sementara Akhmad Sahal mencuit: “SEBUT GUS YAQUT HILANG AKAL, ANWAR ABBAS ASBUN,” sambil bagikan tautan video channel Cokro TV.

Untuk diketahui, swebelumnya Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mengkritik pedas perkataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas soal permintaannya agar doa semua agama yang dibacakan di acara-acara Kementerian Agama (Kemenag).

Anwar merasa bingung dengan maksud perkataan Yaqut, lantaran ia merasa mayoritas agama di tiap-tiap daerah itu berbeda.

"Jadi bingung sendiri yang dilakukan oleh Menteri Agama ini, kalau di daerah yang mayoritas Islam seperti di Aceh, itu cukup dengan (doa) ajaran Islam, tetapi kalau di Bali ya (doa) Hindu, kalau di NTT ya (doa) agama Katolik, kalau di Sulawesi Utara (doa) Protestan ya," ujar Anwar Abbas, seperti dikutip Indozone, Selasa (5/4/2021).

Mantan Sekda MUI itu juga mengatakan, semestinya Yaqut melihat terlebih dahulu pembicara dan mayoritas peserta yang hadir dalam suatu acara Kemenag sehingga mengikut ke agama tersebut.

"Kita kan negara demokrasi yang menjunjung tinggi toleransi, toleransi itu baru punya makna itu kalau dia diletakkan di tengah-tengah perbedaan. Kalau saya orang Islam, ya, ucapkanlah salam secara orang Islam," ujar Anwar.

"Kalau salam juga mau digabung ya itu namanya homogenisasi dan itu tidak mencerminkan pluralitas," lanjutnya.

Anwar bahkan mengkritik Menag dan menyebut tidak punya akal lantaran menganggap membacakan doa agama tertentu yang tidak ada penganutnya hanyalah sia-sia.

"Menteri Agama ini kurang ngerti tentang toleransi. Itu namanya Menteri yang menurut saya kehilangan akal, terlalu diobsesi oleh persatuan dan kesatuan. Persatuan dan kesatuan itu tidak rusak oleh keberbedaan," sambung Abbas.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta setiap acara yang berlangsung di Kementerian Agama turut memberikan kesempatan kepada agama lain dalam mengisi doa dan tidak hanya doa untuk agama Islam saja.

Pernyataan itu disampaikan Yaqut saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama secara daring dan luring yang berlangsung mulai Senin hari ini hingga Rabu.

"Pagi hari ini saya senang Rakernas dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran. Ini memberikan pencerahan sekaligus penyegaran untuk kita semua. Tapi akan lebih indah kalau doanya diberikan kesempatan semua agama untuk memberikan doa," kata Yaqut, Senin (5/4/2021).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto