Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:59wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Sebut Mabuk Agama Seperti Mabuk Kecubung, DS: Akal Hilang

Kamis, 04-Maret-2021 15:00

Pegiat Media Sosial Denny Siregar
Foto : Istimewa
Pegiat Media Sosial Denny Siregar
33

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial (medsos) Denny Siregar menyebut bahaya mabuk agama.

Dalam cuitannya di Twitter, Denny mencontohkan seorang anak terpapar radikalisme sebagai akibat mabuk agama.

Menurutnya, mabuk agama seperti mabuk kecubung yang dapat menghilangkan akal sehat dan berasa di alam lain.

Parahnya, mereka yang mabuk agama, menganggap dirinya pasukan Tuhan.

"Mabok agama itu kayak orang mabuk kecubung.. Akal hilang, berasa di alam lain, dan menganggap dirinya adalah pasukan Tuhan," kata Denny dalam akun Twitternya.

Sebelumnya Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center mengaku mendapatkan laporan dari masyarakat yang cukup histeris, seorang pelaku hampir membunuh orang tuanya karena dilarang berangkat ke Suriah.

Padahal pelaku adalah keponakan Polisi yang menjabat Wakapolres dan tantenya adalah polwan dengan pangkat Kombes berdinas di Mabes Polri.

Sebut saja Putra (Nama Samaran) sebelum terpapar radikalisme adalah anak yang taat dan penurut pada orang tua, rajin ibadah dan suka membantu teman yg membutuhkan.

Keluarga kemudian mendapati perubahan drastis pada anaknya, terjadi penyimpangan perilaku menurut kawan-kawan.

Saat kuliah di kampus IPB Bogor sering dialog frontal memojokan, menyalahkan pemerintah dan aparat, semua yang di lakukan oleh pemerintah dan aparat salah.

Putra juga pernah mengecat dinding rumahnya yang semula putih lalu diganti dengan warna cat hitam dan ditengahnya ditulis kalimat tauhid.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati