Netral English Netral Mandarin
banner paskah
01:04wib
Indonesia Corruption Watch menilai pengelolaan internal Komisi Pemberantasan Korupsi sudah bobrok. Kapal selam KRI Nenggala-402 yang hilang kontak saat melakukan latihan di perairan Bali karam di kedalaman 600-700 meter.
Sebut Jokowi Tidak Kompeten Jadi Presiden, Amien: Maaf Saya Blak-blakan, Ini Bukan Menghina

Sabtu, 27-Maret-2021 19:00

Pendiri Partai Ummat, Amien Rais
Foto : Istimewa
Pendiri Partai Ummat, Amien Rais
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pendiri Partai Ummat, Amien Rais mengaku sejak dulu dirinya meragukan kompetensi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu disampaikan Amien saat berdialog dengan rekannya sesama Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) 6 Laskar FPI , Marwan Batubara dalam video berjudul 'Tugas Selanjutnya TP3 Enam Laskar FPI' yang diunggah di Channel YouTube Amien.

"Saya sejak dulu memang agak meragukan kompetensi dari presiden kita ini," katanya seperti dilihat netralnews.com di Channel YouTube Amien Rais Official, Sabtu (27/3/2021).

Amien lantas mengutip tulisannya di buku berjudul 'Pilihan Buat Jokowi: Mundur atau Maju' yang diterbitkan pada September 2020 lalu.

"Jadi lagi-lagi saya merujuk tulisan saya sendiri. Disini Pak Marwan, saya mungkin minta maaf ya kalau saya memang blak-blakan ya," ucap dia.

Mantan Ketua MPR itu kemudian membacakan tulisannya yang menyebut bahwa Jokowi tidak berkompeten menjadi Presiden Indonesia.

"Saya membuat rekomendasi, ini saya bacakan, saya melihat inti permasalahannya, jadi the crux of the problem, permasalahan kepemimpinan Pak Jokowi itu adalah pada kegagalan kepemimpinan atau leadership failure," ujar Amien.

"Saya melihat Pak Presiden terbukti tidak kompeten menjadi Presiden Republik Indonesia. Bisa dikatakan sejak tahun pertama Pak Jokowi menjadi Presiden, dia dan sebagian menterinya sudah membawa portofolio of failure," sambungnya.

Amien Rais berpendapat, Jokowi tidak memiliki wawasan yang jelas tentang arah pembangunan di Indonesia, pemahaman dan penguasaan pada jiwa dan aksara Pancasila dan UUD 1945 masih kabur, serta wawasan Jokowi tentang globalisasi dan geopolitik pada umumnya juga tidak jelas.

"Jadi memang from the very beginning sudah mengusung portofolio kegagalan itu. Tidak tampak Pak Jokowi memiliki wawasan yang jelas tentang arah pembangunan di Indonesia yang seharusnya. Pemahaman dan penguasaannya pada jiwa dan aksara Pancasila dan UUD RI 1945 menurut saya juga masih kabur. Wawasannya tentang globalisasi dan geopolitik pada umumnya juga tidak jelas," ungkapnya.

Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menambahkan, kegagalan kepemimpinan Presiden Jokowi melahirkan kegagalan atau fiasco multidimensional

"Kegagalan kepemimpinannya telah melahirkan kegagalan atau fiasco multidimensional. Fiasco itu terjadi hampir di seantero kehidupan nasional bangsa Indonesia," paparnya.

Kegagalan demokrasi yang telah berubah menjadi oligarki, otoritarianisme, nepotisme dan menjadi rezim pemborong kebenaran. Jadi dalam bahasa teknisnya itu rezim ini menjadi solipsistik rezim yang merasa paling borong kebenaran, yang selain rezim itu keliru. Jadi saya kiri ini yang akan kita hadapi," jelas Amien.

Penilaiannya terhadap Jokowi, lanjut Amien, makin terlihat jelas di masa krisis seperti sekarang ini. Ia juga mengklaim bahwa apa yang disampaikannya bukanlah penghinaan.

"Di masa krisis seperti sekarang ini terlalu jelas bahwa Pak Jokowi memang tidak punya kompetensi kepemimpinan. Ini penilaian saya dijamin oleh UU, ini bukan menghina," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli