Netral English Netral Mandarin
banner paskah
11:45wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Sebut Demokrat Telah Dikudeta dan Nyatakan Perang, SBY: Perang yang Kita Lakukan adalah War of Necessity

Jumat, 05-Maret-2021 23:21

Susilo Bambang Yudhoyono
Foto : CNN Indonesia
Susilo Bambang Yudhoyono
27

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Usai menyatakan bahwa hari ini Indonesia berkabung gegara KLB Demokrat kubu kontra-AHY, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku selama 10 tahun menjadi Presiden tak pernah mengganggu hingga merusak partai lain.

"Saya benar-benar tidak menyangka karena sewaktu selama 10 tahun saya memimpin Indonesia dulu, baik pribadi maupun Partai Demokrat yang saya bina tidak pernah mengganggu dan merusak partai lain seperti yang kami alami saat ini," kata SBY saat konferensi pers, Jumat (5/3/2021).

Namun, ia tak menyangka bahwa partai yang selama ini ia hidupi dan bina justru diganggu oleh pihak luar. Baginya, apa yang terjadi merupakan kudeta terhadap kepemimpinan AHY dengan melibatkan mantan kader dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

"Tak pernah terlintas dalam pikiran saya, bahwa Demokrat akan dibeginikan," ujarnya.

Oleh sebab itu, menurutnya SBY, akal sehat juga telah mati dalam gerakan tersebut.

SBY menganggap Moeldoko telah mendongkel kepemimpinan AHY yang sah dan telah diakui oleh pemerintah pada tahun lalu.

"KLB tersebut telah menobatkan KSP Moeldoko seorang pejabat pemerintahan aktif berada di lingkar dalam lembaga kepresidenan bukan kader Partai Demokrat alias pihak eksternal partai menjadi Ketum Partai Demokrat," kata SBY.

SBY kemudian mengajak seluruh kader untuk berjuang mempertahankan kedaulatan dan kemandirian partai.

Menurut SBY, perjuangan mempertahankan kedaulatan dan kemandirian partai adalah perjuangan yang suci dan mulia.

"Ibarat peperangan, perang yang kita lakukan adalah perang yang dibenarkan. Sebuah war of necessity. Sebuah justice war, perang untuk mendapatkan keadilan," kata SBY.

Di sisi lain, SBY sebenarnya percaya bahwa Presiden Joko Widodo memiliki integritas dan kearifan dalam menyikapi peristiwa yang dia sebut sebagai pendongkelan dan perebutan Partai Demokrat.

"Saya juga tetap percaya bahwa negara dan pemerintah akan bertindak adil. Serta akan sepenuhnya menegakkan pranata hukum yang berlaku. Baik itu konstitusi kita. UUD 1945 dan UU parpol maupun AD/ART Partai Demokrat yang secara hukum mengikat," ungkap SBY.

Dalam pernyataan itu SBY turut membeberkan sejumlah hal dalam gelaran KLB Deli Serdang yang menurutnya tak memenuhi syarat dan ketentuan AD/ART Partai Demokrat. Karena itu dia pun menganggap KLB tersebut tidak sah dan ilegal. 

Untuk diketahui, sebelumnya diberitakan bahwa Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko telah ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Hotel The Hill Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3).

Penetapan Moeldoko menjadi ketua umum partai berlambang mercy itu merupakan buntut dari kisruh kudeta yang pada Februari lalu berembus ke publik. Isu itu mengemuka usai Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan keterangan pers.

Dalam penetapannya, Moeldoko yang tak hadir di KLB itu, ditelepon oleh pimpinan persidangan untuk memastikan kesiapan memimpin Partai hasil KLB tersebut. Lewat sambungan telepon, mantan Panglima TNI itu pun lantas menyatakan menerima jabatan itu.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto