Netral English Netral Mandarin
banner paskah
14:37wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
SBY Minta Hak Bicaranya Didengar, Eko: Tapi Kita Boleh Juga Gak Mendengar kan Pak?  

Minggu, 10-January-2021 21:00

Foto : Twitter
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Eko Kuntadhi ikut menimpali pernyataan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Seperti diketahui, SBY dalam tulisannya yang bertajuk "Indonesia Tahun 2021" mengungkapkan berbagai persoalan bangsa yang Akan dihadapi Tahun ini.

Secara eksplisit ia juga meminta publik menghormati hak nya berpendapat soal Masalah bangsa, apalagi ia pernah menjadi pemimpin Indonesia. Menurut Eko, permintaan SBY itu sah-sah saja, hanya saja ia meminta SBY juga menghormati jika banyak masyarakat yang enggan mendengarkan omongannya.

"Boleh pak. Monggo. Tapi kita boleh juga gak mau mendengar kan, pak?

Soalnya bapak bicaranya aneh. Kayak dapat info langsung dari Tuhan. Mirip kayak Haikal Hasan..." tulis Eko di akun Twitternya Minggu (10/1/2021).

Sebelumnya, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan pandangannya tentang peluang dan tantangan RI pada 2021. Sejumlah persoalan bangsa diulas dalam tulisan berjudul “Indonesia Tahun 2021, Peluang untuk Sukses Ada, Jangan Kita Sia-siakan” di akun Facebook miliknya.

SBY menuturkan, secara umum tantangan yang dihadapi Indonesia dialami berbagai negara di dunia, yakni pandemi Covid-19. Wabah itu menjadi tantangan global dan dampak ikutan yaitu krisis ekonomi yang memukul semua negara di dunia.

Menurut SBY setidaknya terdapat tiga persoalan bangsa yang harus dihadapi. Pertama, pandemi corona yang harus segera diatasi.

“Kedua, krisis ekonomi yang harus diakhiri dan kemudian ekonomi dipulihkan kembali. Ketiga, mungkin tak terkait langsung dengan dua permasalahan yang lain, yaitu melemahnya kerukunan masyarakat karena faktor identitas, politik dan ideologi yang tak boleh dibiarkan,” ujarnya, dikutip Jumat (8/1/2021).

Di akhir tulisan tersebut, SBY menyebut dirinya pernah memimpin Indonesia. Pandangan yang disampaikan mengenai berbagai persoalan tersebut tak lebih dari sebagai orang tua yang sangat mencintai Indonesia.

“Saudara-saudara saya rakyat Indonesia tentu tahu bahwa saya pernah memimpin negeri ini. Waktu itu saya juga menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan yang berat. Jadi, saya tahu bahwa persoalan bangsa itu kompleks dan tak semudah yang dipikirkan masyarakat. Karenanya, saya tak suka dan tak mudah menyalahkan pemerintah,” ucapnya. 

“Sungguhpun demikian, sebagai orang tua dan juga seseorang yang sangat mencintai negeri ini, tentunya boleh kan saya berpendapat dan berbicara,” ujar politikus kelahiran Pacitan ini.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sulha Handayani