Netral English Netral Mandarin
banner paskah
23:19wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
SBY Bilang 10 Tahun Jadi Presiden Tak Pernah Rusak Partai Lain, Netizen: Dulu Dia Rusak PKB Gusdur

Sabtu, 06-Maret-2021 10:42

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Foto : Twitter
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
57

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku selama menjabat dua periode presiden tak pernah merusak partai yang ada. Apalagi, saat ini kisruh partainya sedang terjadi. 

Namun, pernyataan ini langsung disanggah oleh netizen twitter. Salah satunya akun @P3nj3l4j4h_id. Dia menuliskan kalau kejadian kisruh saat ini sama seperti partai besutan Abdurahman Wahid dahulu kala. 

"Yakin ini pepo ngomong begini, apa pepo lupa dg yang namanya jejak digital yang akan terus ada dan tak akan pernah hilang ditelan waktu apalagi dijaman skrg ini

Jadi pengen  ikin tread singkat tentang ini, yg berminat monggo retwit tapi jngn baper ya," tulisnya seperti dilansir di Jakarta, Sabtu (6/3/2021). 

Akun dengan nama presiden runner up. 2 itu ikut mensisipkan sebuah berita media daring berjudul Gus Dur Sebut SBY-JK Biang Runyam PKB

Seperti dilansir, Ketua Dewan Syuro PKB Abdurrahman Wahid alias Gus Dur jelas-jelas mengucapkan "SBY dan JK" sebagai biang konflik partai besutannya.

"Kan ada orang luar. Muhaimin (Ketua Dewan Tanfidz PKB Muhaimin Iskandar yang dipecat Gus Dur) itu hanya alat," ujar Gus Dur dalam jumpa pers di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta, Selasa (15/4/202+), perihal akar masalah di PKB.

Siapa orang luar itu? Ia berujar, "SBY dan JK orangnya! Mau apa?". Dalam khasanah singkatan di negeri itu, SBY kependekan dari Susilo Bambang Yudhoyono yang kini presiden, dan JK adalah Jusuf Kalla yang kini wakil presiden.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Nazaruli