Netral English Netral Mandarin
banner paskah
20:24wib
Seorang anggota TNI AD berinisial DB luka-luka dan anggota kepolisian berinisial YSB tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal. Sebuah survei yang diinisiasi Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan mayoritas pegawai negeri sipil (PNS) menilai tingkat korupsi di Indonesia meningkat.
SBY-AHY Dipolisikan karena Dianggap Memfitnah Pemerintah Jokowi, Netizen: Tega Amat yang Nglaporin Gaes

Kamis, 08-April-2021 10:40

Susilo Bambang Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono
Foto : Liputan6.com
Susilo Bambang Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sekelompok massa atas nama Garda Demokrasi 98 melaporkan eks Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke Mabes Polri, Rabu (7/4/2021).

Hal tersebut berkaitan dengan lewatnya batas waktu permintaan maaf keduanya kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan jajarannya.    

Berita tersebut menyita perhatian warganet. Di akun FB Mak Lambe Turah, sejumlah netizen malah membuat cuitan bernada nyinyir. 

MLT: “Pepo bakal makin prihatin.”

Lexionare Jaimito: “kira2... fitnah itu hukumannya apa yah? apa lagi fitnah pemerintah.”

Topan: “Wkwkwkwkwk ini pasti golongan. . . . . . .”

Susan: “Laporin nya sekalian ya bapak dan anak,,,”

Nyonya Meneer: “Tega amt yg nglaporin gaes.”

Rane Alale: “Kalo gini gak kan siap2, slesaikan saja dgn mubahallah.”

Sebelumnya diberitakan, bukan tanpa sebab, SBY dan AHY diduga telah menuding pemerintah yang dinilai mencampuri urusan partainya. Saat itu, memang tengah terjadi kisruh di tubuh Partai Demokrat melawan kubu KLB Moeldoko.

Sekretaris Jenderal Garda Demokrasi 98 Azwar Furqutyama mengatakan, pelaporan dibikin lantaran AHY telah menuding pemerintahan Presiden Jokowi terlibat dalam kudeta Parta Demokrat. 

Dalam hal ini, Garda Demokrasi 98 berharap agar nantinya hidup berdemokrasi di Tanah Air tidak dibangun dengan cara fitnah.  

"Maka kami berharap demokrasi ini dibangun dengan baik dengan cara-cara yang beretika dan tidak mengedepankan fitnah. Karena selama ini AHY, menuding pemerintahan Jokowi terlibat dalam pengambilalihan Partai Demokrat," kata Azwar di Bareskrim Polri seperti dilansir Suara.com.

Terpisah, kuasa hukum Garda Demokrasi 98, Yan Warinson mengatakan laporan itu dibuat lantaran AHY dan SBY, serta pimpinan Partai Demokrat lainnya diduga berupaya memfitnah pemerintah. 

Adapun sejumlah dokumen turut dilampirkan seperti pemberitaan di media massa.

"Beberapa dokumen-dokumen di sini jelas dikatakan sempat tuding pemerintah ikut dalam kudeta, berharap AHY-SBY legowo minta maaf ke Jokowi," ungkap Yan.    

Atas dasar itu, kubu Garda Demokrasi 98 menyatakan jika SBY dan AHY telah melanggar Pasal dari KUHP, Pasal 207, Pasal 310, Pasal 311, dan UU nomor 1 tahun 1946, Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan Pasal 15. Dengan demikian, tindakan pelaporan harus ditempuh oleh pihaknya.

"Untuk itu kami tim lawyer melaporkan ke pihak Bareskrim atas tindakan pemberitaan dan perbuatan yang patut kami duga melanggar hukum ke pihak Bareskrim," pungkas Yan. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto