Netral English Netral Mandarin
banner paskah
18:16wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Satu Unit Mobil Damkar Terjebak di Tengah Kobaran Api saat Padamkan Karhutla

Senin, 22-Februari-2021 23:09

Mobil damkar berkapasitas 5.000 liter air hangus terbakar setelah terjebak di tengah kobaran api
Foto : Antara
Mobil damkar berkapasitas 5.000 liter air hangus terbakar setelah terjebak di tengah kobaran api
20

TANJUNG PINANG, NETRALNEWS.COM - Satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) terbakar saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan hutan lindung Bukit Kucing, Tanjungpinang, Kepri, Senin (22/2/2021).

Mobil berkapasitas 5.000 liter air tersebut terjebak di tengah kobaran api dan tidak bisa bergerak akibat kerusakan pada bagian gigi pada sistem kemudi.

"Ditambah medan karhutla sangat sulit, membuat mobil damkar kami terjebak di tengah kobaran api," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tanjungpinang Hantoni.

Selain itu, kata dia, hydrant yaitu sistem pemadam api yang menggunakan media air di area hutan lindung tidak berfungsi, sehingga kendaraan pemadam kebakaran terpaksa merangsek lebih dekat menuju titik api.

"Ada belasan hydrant itu tidak dapat digunakan karena ada peralatan yang hilang. Kami masuk ke lokasi karhutla dibantu suplai air dari BPBD dan PDAM Tirta Kepri," tutur Hantoni.

Lebih lanjut dia menyampaikan karhutla yang terjadi di hutan lindung dalam dua hari terakhir ini diperkirakan mencapai puluhan hektare.

Petugas gabungan meliputi Damkar, BPBD, TNI-Polri dan masyarakat berjibaku memadamkan si jago merah.

"Dari dugaan sementara, karhutla disebabkan masyarakat membakar sampah sembarangan. Tapi sedang diselidiki lebih lanjut," ujar dia.

Pihaknya turut mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, apalagi saat cuaca ekstrem karena berisiko tinggi memicu karhutla.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati