Netral English Netral Mandarin
banner paskah
02:42wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Sapa Pasutri Gelandangan yang Tidur di Emperan, Ini yang Mensos Risma Lakukan

Jumat, 26-Maret-2021 17:00

Menteri Sosial Tri Rismaharini menyapa pasangan suami istri (pasutri) Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) gelandangan Misgiantoro dan Fitri Nurmala yang masih tertidur di emperan
Foto : Kementerian Sosial
Menteri Sosial Tri Rismaharini menyapa pasangan suami istri (pasutri) Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) gelandangan Misgiantoro dan Fitri Nurmala yang masih tertidur di emperan
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) melakukan penjangkauan terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). 

Sebelum beraktivitas di Kementerian Sosial (Kemensos), Jumat (26/3/2021) pagi, Menteri Sosial Tri Rismaharini menyapa PPKS gelandangan yang masih tertidur di emperan toko di bilangan Grogol, Jakarta Barat.

Misgiantoro, 39 tahun, kaget saat disapa langsung oleh Mensos. Ia bekerja sebagai pemulung dan pengamen. Sedangkan, istrinya Fitri nurmala, 23 tahun, bekerja sebagai pengamen di Ibu Kota.

Pasangan suami-istri (Pasutri) PPKS tersebut, memiliki 2 anak yaitu, Muhamad Apriansyah  4 tahun dan Rina Nurrmala 8 bulan. Misgiantoro mengaku dari kota Bogor dan istrinya dari daerah Senen, Jakarta pusat. 

Saat ini masih memiliki orang tua yang tinggal di daerah Senen dan juga menggelandang di jalan sejak terjadi pandemi Covid-19.

Fitri pernah dibawa saat razia gabungan dan dirujuk ke Panti Kedoya. Lalu dijemput Misgiantoro dan menggelandang kembali. Bahkan, selama Covid-19 ia pernah ditertibkan dan tinggal di GOR Benhil, Jakarta Pusat. 

Salah seorang kerabatnya ikut tinggal bersama yaitu Tati Purwati, 32 tahun yang bekerja sebagai pengamen sebagai manusia silver. Kondisi Tati sakit dengan luka terbuka di mata kiri yang mulai bernanah, serta diperparah ia kehilangan kartu identitas, seperti KTP dan BPJS. 

Penghasilan keluarga Misgiantoro sekitar Rp 50 ribu per hari dengan bos lapak yang berada di daerah Petojo Hilir, Jakarta Pusat. Sebelumnya, Misgiantoro sebagai penjual kopi keliling dan bangkrut saat terjadi Covid-19. 

Berdasarkan hasil asesmen, keluarga PPKS ini merupakan korban terdampak dari pandemi Covid-19 yang terhimpit ekonomi dan sosialnya. 

Juga, kondisi tersebut menjadi dasar bagi TRC merujuk ke Balai Rehabilitasi Sosial Mulya Jaya, Jakarta, untuk mendapat layanan keterampilan untuk tercapainya kemandirian dan keberfungsian sosial.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati