Netral English Netral Mandarin
banner paskah
16:05wib
Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menolak gugatan pedangdut Rhoma Irama sebesar Rp1 miliar melawan PT Sandi Record. Komisi IX DPR akan memanggil Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI yang masih mengizinkan Vaksin AstraZeneca untuk digunakan di Indonesia.
Wow, Sang Menantu HRS Juga Beraksi Walk Out, Netizen: Ngikutin Jejak Mertuanya 

Jumat, 19-Maret-2021 20:32

Situasi Sidang kasus tes swab RS Ummi Muhammad Hanif Alatas
Foto : Berita Heboh
Situasi Sidang kasus tes swab RS Ummi Muhammad Hanif Alatas
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aksi Terdakwa perkara kasus tes swab RS Ummi Muhammad Hanif Alatas yang hendak walk out atau meninggalkan sidang virtual ramai menjadi sorotan warganet. Pasalnya, apa yang dilakukan mirip dengan yang dilakukan mertuanya, Habib Rizieq Shihab.

Di akun FB Mak Lambe Turah, Jumat (19/3/21), sejumlah netizen mengomentari insiden tersebut.

MLT: “Kompakan pada walkout napa sih ga dihadapin aja biar kelar napa??”

Emil Mumpuni: “Mw ngikutin jejak mertuanya x maakkk.”

Untuk diketahui, Terdakwa perkara kasus tes swab RS Ummi Muhammad Hanif Alatas keberatan atas sidang virtual. Menantu Habib Rizieq Shihab itu ingin keluar dari ruang sidang atau walkout apabila sidang tetap digelar online.

"Saya keberatan dengan sidang secara online karena sidang secara online bergantung pada sinyal," kata Hanif dalam persidangan, Jumat (19/3/2021).

Hanif berada di Bareskrim Polri dan dihadirkan virtual dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Namun majelis hakim menekankan bahwa sidang dijalankan secara online.

"Saya punya hak dihadirkan di ruang sidang. Manakala sidang tetap dilakukan online, silakan sidang dilanjutkan dan saya izin untuk walkout dari ruang sidang," ucap Hanif.

Namun majelis hakim menyatakan terdakwa wajib mengikuti sidang. Menurut hakim, terdakwa tidak bisa memaksakan kehendak untuk penyelenggaraan sidang secara offline.

"Penjelasan Pasal 154 ayat 4, saya bacakan, kehadiran terdakwa di sidang merupakan kewajiban dari terdakwa, bukan merupakan haknya, sekali lagi bukan merupakan haknya tetapi kewajiban. Jadi terdakwa harus hadir di sidang pengadilan, ini bunyi ketentuan undang-undang Pasal 154 ayat 4," ucap hakim.

"Jadi kalau Saudara tidak hadir di persidangan, maka sama saja Saudara melawan hukum," imbuhnya.

Namun Hanif tetap ingin walkout. Hakim pun menegur.

"Tahan dulu, duduk dulu, majelis hakim belum selesai bicara. Majelis hakim tidak mengizinkan Saudara walkout, tetapi bila Saudara meninggalkan persidangan secara melawan hukum, majelis hakim hanya bisa memerintahkan penuntut umum untuk tetap mempertahankan Saudara di ruang sidang virtual, tetapi apabila penuntut umum pun tidak sanggup mempertahankan saudara di ruang sidang virtual ya tidak masalah karena di luar kemampuannya. Itu akan merugikan Saudara untuk kepentingan pembelaan Saudara," kata hakim. dinukil detik.com

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto