Netral English Netral Mandarin
banner paskah
18:30wib
Seorang anggota TNI AD berinisial DB luka-luka dan anggota kepolisian berinisial YSB tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal. Sebuah survei yang diinisiasi Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan mayoritas pegawai negeri sipil (PNS) menilai tingkat korupsi di Indonesia meningkat.
Saking Sayangnya Pada Buzzer, Elit Gerindra Ini Minta Dibombardir di Medsos

Sabtu, 13-Februari-2021 22:00

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman
Foto : NNC/Adiel Manafe
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman berterima kasih kepada buzzer dan haters yang menyerangnya di media sosial. 

Pasalnya, Habiburokhman merasa serangan buzzer dan haters justru membantu menyebarluaskan ide-idenya yang brilian ke khalayak ramai. 

"Kalau gua justru berterima kasih kepada para buzzer dan hater yang menyerang gua saat gua menyatakan pendapat yang brilian," tulis Habiburokhman di akun Twitternya, dikutip netralnews.com, Sabtu (13/2/2021). 

"Berkat mereka pendapat-pendapat gua jadi lebih terdengar dan gua pun makin terkenal. I Love buzzer !!!" sambung @habiburokhman.

Karena itu, Angggota DPR ini meminta buzzer dan haters untuk terus menyerang dirinya dan jangan takut jika beda pendapat. 

"Dear buzzers dan haters, beda pendapat hal biasa, beda pendapatan juga gak apa-apa. Please teruslah menyerang dan memperbincangkan gua, karena itu membantu menyebarluaskan ide-ide besar gua," kata Habiburokhman.

Pada cuitan lainnya, Habiburokhman menegaskan bahwa ia tidak pernah terganggu atau takut dengan serangan buzzer. Karena baginya, buzzer juga punya hak untuk berpendapat walaupun itu bertentangan dengan pendapat dia. 

"Sejak dahulu hingga saat ini di DPR gua tetap rajin kritik pemerintah (Check aja jejak digital), tapi gua gak pernah merasa terganggu dan gak pernah takut sama buzzer yang nyerang gua. Menurut gua mereka juga punya hak berpendapat juga walaupun bertentangan dengan gua," ungkapnya.

Lebih lanjut, Habiburokhman mengatakan, jika tidak suka atau merasa terganggu dengan buzzer, maka caranya sangat sederhana yakni jangan membaca komentar mereka. 

"Yang terpenting adalah jangan ada kriminalisasi terhadap aktivitas mengkritik yang tidak mengandung fiitnah. Kalau kita gak suka dengan buzzer ya jangan baca  coment mereka, simpel banget," pungkas Habiburokhman. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP