Netral English Netral Mandarin
banner paskah
23:41wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Said Didu Soal KCIC: Akhirnya Terjebak China, Ternyata Lebih Mahal, Proyek Ini Tidak Layak, Harus Ada Bertanggung Jawab

Rabu, 24-Maret-2021 07:22

Ilustrasi KCIC
Foto : Istimewa
Ilustrasi KCIC
24

JAKARTA, NETRALNEWS. COM - Mantan sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu sudah memprediksi kalau proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tidak layak.

Menurut Said Indonesia sudah terjebak rayuan China. Sebab, pihak mereka menjanjikan biaya lebih murah dari pengembang sebelumnya yang dipegang Jepang.

"Akhirnya termakan jebakan.Saat mau masuk geser Jepang janjinya lbh murah dan akhirnya ternyata labih mahal. Harus ada yg bertanggung jawab thdp proyek ini yg memang saya perkirakan tidak laik dan tidak layak," tulisnya seperti dilansir di Jakarta, Rabu (24/3/2021).

Seperti diketahui, Kereta Cepat Indonesia China perlu menghitung ulang skema pembiayaan pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Skema harus dirombak oleh KCIC karena muncul pembengkakan ongkos.

KCIC perlu menghitung ulang ongkos proyek kereta api cepat Jakarta - Bandung akibat berbagai persoalan yang juga mengganggu tenggat.

PT Kereta Cepat Indonesia China perlu menghitung ulang skema pembiayaan pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Skema harus dirombak oleh KCIC karena muncul pembengkakan ongkos. Pelaksana proyek mercusuar ini juga dipaksa berakrobat agar proyek ini bisa memenuhi tenggat. Seperti dinukil tempo.co

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati