Netral English Netral Mandarin
banner paskah
13:09wib
Manchester City resmi menjadi juara Liga Inggris musim ini setelah pesaing terdekat mereka, Manchester United, kalah dari Leicester City dalam laga pada pekan ke-36 di Stadion Old Trafford, Rabu (12/5 Program vaksinasi gotong royong akan dimulai setelah Idul Fitri, tepatnya pada 17 Mei 2021.Pengadaan vaksin untuk program ini dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara.
Said Didu Mempertanyakan Definisi Radikalisme: Enggak Ada Yang Jelas, Cuma Jadi Alat Menyingkirkan Orang Saja

Senin, 19-April-2021 14:30

Ilustrasi radikalisme
Foto : Istimewa
Ilustrasi radikalisme
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu mempertanyakan definisi radikalisme. Sebab, sejauh ini definisi tersebut masih belum jelas.

Apalagi, kata Said jika radikalisme belum mempunyai arti yang tepat, isu ini hanya menjadi senjata untuk menyingkirkan pihak yang tak disukai.

"Definisi radikalisme apa sih ? Kalau ga ada definisi yg jelas akan sangat berbahaya krn bisa menjadi alat menyingkirkan orang yg tdk disukai," tulisnya seperti dilansir di Jakarta, Senin (19/4/2021).

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Briokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo mengungkap banyak kehilangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mumpuni, karena terkena pemahaman radikalisme dan terorisme.

Ia mengakui kerap menindak tegas hingga mencopot jabatan pegawainya, akibat melanggar hal yang berkaitan radikalisme itu. Pemahaman radikalisme ini terlihat pada ujian Tes Potensi Akademik (TPA) yang dijalani PNS. Padahal, menurutnya, pegawainya itu dinilai cukup berbakat dan mumpuni.

Hal itu diungkapkan Tjahjo Kumolo dalam acara rilis survei Lembaga Survei Indonesia bertajuk Urgensi Reformasi Birokrasi: Persepsi Korupsi, Demokrasi, dan Intoleransi di Kalangan PNS.

"Kami banyak kehilangan orang-orang pintar yang seharusnya dia bisa duduk di eselon 1, duduk di eselon 2, bisa menjadi kepala badan atau lembaga."

"Tapi, dalam TPA (Tes Potensi Akademik) dia terpapar masalah-masalah radikalisme dan terorisme," ucap Tjahjo, dikutip dari YouTube LSI, Minggu (18/4/2021). Seperti dilansir tribunnews.com.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati