Netral English Netral Mandarin
banner paskah
23:17wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Geram Mayat Laskar FPI Jadi Tersangka, Said Didu: Jika Dijatuhi Hukuman Mati, Bagaimana Cara...

Jumat, 05-Maret-2021 11:33

Muhammad Said Didu
Foto : Istimewa
Muhammad Said Didu
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Bareskim Polri menyatakan 6 Laskar FPI yang tewas di KM 50 dinyatakan sebagai tersangka. Hal ini memicu kegeraman sejumlah pihak.

Muhammad Said Didu malah mempertanyakan dengan munculnya pernyataan bahwa jasad alias mayat mengapa bisa jadi tersangka.

"Mayat jadi tersangka. Pertanyaan akal sehat. 1) bagaimana cara periksanya dan bagaimana mrk dihadirkan dipersidangnya?" kata Didu, Kamis malam (4/3/21).

"2) jika dinyatakan bersalah, dg hukuman penjara, mayat2 ini akan dipenjarakan di mana? 3) jika dijatuhi hukuman mati - bagaimanan cara mematikan mayat?" tanya Didu lebih lanjut.

Kegeraman lain juga disampaikan oleh Pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar.

Sebelumnya, ia meminta polisi menggugurkan status tersangka enam anggota laskar FPI yang telah meninggal. Fickar menilai, status tersangka merupakan tindakan yang berlebihan.

"Dan tidak berdasar hukum, karena KUHP menentukan gugurnya hak menuntut adalah meninggalnya seseorang. Tidak ada alasan yuridis apapun untuk menentukan orang yang sudah meninggal sebagai tersangka," kata dia saat dihubungi pada Kamis, 4 Maret 2021.

Alih-alih menetapkan sebagai tersangka, Fickar mendesak kepolisian melaksanakan rekomendasi Komnas HAM. "Ini lucu malah seolah olah melakukan pembelaan," ucap Fickar seperti dilansir tempo.co. 

Enam Laskar yang mengawal Rizieq Shihab tewas ditembak polisi di Jalan Tol Cikampek Kilometer 50 pada Senin dini hari, 7 Desember 2020 sekitar pukul 00.30. Menurut polisi, hal itu dilakukan karena laskar menyerang petugas menggunakan senjata api dan senjata tajam. 

Badan Reserse Kriminal Polri menetapkan enam anggota laskar FPI yang tewas di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 itu sebagai tersangka. Direktur Tindak Pidana Umum Brigadir Jenderal Andi Rian menyatakan, mereka menjadi tersangka lantaran menyerang petugas. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto