Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:46wib
Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menolak gugatan pedangdut Rhoma Irama sebesar Rp1 miliar melawan PT Sandi Record. Komisi IX DPR akan memanggil Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI yang masih mengizinkan Vaksin AstraZeneca untuk digunakan di Indonesia.
Sindir Jokowi, Said Didu: Pak Harto Dulu, Bukan Produk Luar Dimasukkan ke Desa untuk Sedot Uang Desa

Senin, 22-Maret-2021 14:55

Muhammad Said Didu
Foto : Twitter/M Said Didu
Muhammad Said Didu
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Muhammad Said Didu menyindir kebijakan Pemerintah Joko Widodo terkait konsep pembangunan desa. Ia membandingkan dengan konsep era Orde Baru.

“Kebijakan Pak Harto dulu bhw jalan desa baru dibuka/diperbaiki saat lembaga ekonomi dan produksi di desa tsb sdh siap sehingga produk desa bisa dipasarkan oleh penduduk desa ke luar desa,” kata Didu saat menanggapi akun bernama Rizky @07_Rizky, Senin 22 Maret 2021.

“Bukan sebaliknya, produk luar dimasukkan ke desa utk menyedot uang desa,” imbuh Said Didu.

Sementara Rizky @07_Rizky mulanya mengatakan: “Dampak program dana desa yg tidak berkesinambungan merubah karakter desa menjadi kota tanpa tahu filosofisnya. Produsen jd ikutan sbg pasar akhirny, sawah2 dipaving & dikasih PJU..bukanny ningkatin produksi malah diuruk buat kavlingan..modern katanya."

Baca Juga :

Sejumlah netizen mengomentari pendapat Said Didu. 

@Hendi74370131: “Tidak ada daerah dg produk unggulan yg tidak siap pak, saya kasih contoh salah satu teman Bumdes didaerah NTB, dimana perkebunan penghasil alpukat tetapi ketika panen raya buah²an tersebut tdk bisa dipasarkan karena akses jalan tidak layak (kendaraan harus inap 3-4 malam).”

The future @Thefutu02582576: “Jalan propinsi dari Sukaraja Tasik ke pamijahan aja jelek pak, itu masih wilayah jabar gmana daerah pelosok sdgkan Ini sdh abad modern orang sdh pergi ke mars.”

Mr Ho @has_siantar: “Koar koar terusssss... hahahahahha.”

Wahyu_Prizuardi 2nd @prizuardi: “Iya, lbh terencana.”

nikki @nikkichantik: “Namanya juga orang dungu..akalnya digunakannya utk mendengar penjilat2 tiongkok, bkn jd negara pridusen, negara industrial..tapi jadi temat pembuangan produk tiongkok, rakyatnya aja gak mampu beli mobil tp buat jalan tol jor2an..hahahha.”

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto