Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:12wib
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, Senin (10/5/2021), mengumumkan lockdown atau penerapan perintah kontrol pergerakan (MCO) di seluruh wilayah negara untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat atau penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah pada hari ini, Selasa (11/5) secara daring dan luring.
Sadis! Menag Yaqut Disebut Satpam Gereja, Denny Siregar: Gak Masalah, Jaga Kebhinnekaan, Nah Elu Siapa?

Senin, 05-April-2021 18:07

Menag Yaqut Cholil Qoumas
Foto : Kemenag
Menag Yaqut Cholil Qoumas
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta jajarannya di Kementerian Agama turut memberikan kesempatan doa versi agama selain Islam dibacakan dalam setiap kegiatan mereka.

Yaqut menyampaikan hal tersebut ketika memberi kata sambutan dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kemenag, Senin (5/4). 

Mulanya, saat pembukaan acara Rakernas tersebut ada pembacaan ayat suci Alquran serta pembacaan doa, namun hanya dengan cara agama Islam.

"Pagi hari ini saya senang Rakernas dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran. Ini memberikan pencerahan sekaligus penyegaran untuk kita semua, tapi akan lebih indah lagi jika doanya semua agama diberikan kesempatan untuk memulai doa," ujar Yaqut.

Menurut Yaqut, pembacaan doa dengan cara agama Islam seakan Rakernas Kemenag seperti acara ormas keagamaan Islam. Padahal, menurut dia, kementerian yang ia pimpin melayani seluruh agama di Indonesia, bukan hanya agama Islam.

"Jadi jangan kesannya kita sedang rapat ormas Islam Kemenag, tidak. Kita ini sedang Rakernas Kemenag yang di dalamnya bukan hanya urusan agama Islam saja," jelas Yaqut.

"Mungkin lain waktu bisa lah, itu kan lebih enak dilihat, semua agama yang jadi urusan di Kemenag sama-sama menyampaikan doanya. Semakin banyak yang doa, probabilita untuk dikabulkan itu semakin tinggi," kata dia menambahkan.

Denny Siregar menyebut apa yang dilakukan Menag sangat baik. 

“Keren @Ansor_Satu,” kata Denny Siregar, Senin (5/4/21).

Tak disangka, ada netizen bernama De Houtman @DeHoutman_id justru nyinyir menanggapi yang tidak-tidak. Ia malah menyindir Menag Yaqut sebagai “satpam gereja”.

“Kenapa satpam gereja ini terlalu keren bang @Dennysiregar7?” kata akun De Houtman.

Geram dengan cuitan itu, Denny pun membalas keras.

"Gada masalah @Ansor_Satu dan barisan Ansor Banser seluruh Indonesia lu sebut satpam Gereja.. Setidaknya sebagai "satpam" mereka menjaga kebhinnekaan negara ini. Nah elu siapa??" kata Denny ketus.

Banser Jaga Gereja

Sementara secara terpisah, sebelumnya memang diberitakan bahwa Banser dan Ansor membantu pengamanan gereja agar umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan aman pascaserangan teroris di Makassar. Hal ini adalah bentuk toleransi yang indah. 

Salah satunya terjadi di Bogor. Setidaknya ada 30 anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) dilibatkan dalam pengamanan di sejumlah gereja di Kota Bogor yang melaksanakan ibadah Paskah.

Umat Katolik Kota Bogor sudah melaksanakan rangkaian ibadah Trihari Suci, yakni tiga hari suci Paskah dimulai ibadah Kamis Putih pada 1 April 2021 mulai pukul 19.00 WIB.

Dinukil  Beritasatu.com di Gereja Katedral Kota Bogor, sejumlah jemaat yang melakukan ibadah mulai berdatangan 30 menit sebelum ibadah dimulai.

Pengamanan tidak hanya dari unsur kepolisian, TNI, dan keamanan internal, akan tetapi anggota Banser NU juga ikut serta dalam pengamanan pelaksanaan ibadah tersebut. Tugas para anggota Banser mulai dari ikut mengatur lalu lintas hingga melakukan skrining para jemaat yang akan beribadah.

Salah satu anggota Banser NU, Nurdin mengatakan, sekitar 30 anggota Banser NU Kota Bogor dilibatkan untuk pengamanan di geraja pada rangkaian ibadah perayaan Paskah.

"Masing-masing gereja ada 5 hingga 8 personil ikut membantu pengamanan gereja," paparnya, Kamis malam.

Kata dia, kegiatan pengamanan memang sudah rutin melakukan dan instruksi langsung dari pusat.

"Kegiatan ini merupakan juga bentuk sebagai upaya membangun saling toleransi antar beragama," tambahnya.

Sejauh ini ibadah berlansung dengan baik. Jemaat yang hadir diperkirakan berjumlah 500 orang. Selain ibadah tatap muka, Ibadah Kamis Putih pun dilakukan secara virual.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto