Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:03wib
KontraS menyatakan selama 100 hari kepemimpinan Jenderal Listyo, kondisi penegakan hukum dan HAM yang dilakukan oleh kepolisian tak kunjung membaik. Pemerintah Nepal tengah kelabakan karena jumlah kasus infeksi virus corona di negara itu melonjak 57 kali lipat, akibat penyebaran virus jenis mutasi dari India.
Rustam: Tolong Jangan Lagi Razia Warung Makan Saat Ramadan, Mereka Bukan Penyakit Masyarakat

Jumat, 16-April-2021 17:15

Pemerhati sosial dan politik Rustam Ibrahim
Foto : Twitter
Pemerhati sosial dan politik Rustam Ibrahim
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerhati sosial dan politik Rustam Ibrahim meminta polisi dan Satpol PP untuk tidak lagi merazia warung-warung makan/minum yang buka di bulan Ramadhan.

Hal tersebut disampaikan Rustam di tengah kontroversi kebijakan Pemerintah Kota Serang, Banten, yang melarang restoran, rumah makan, warung nasi, dan kafe berjualan di siang hari selama Ramadhan.

"Tolonglah Polri dan Satpol PP jangan lagi merazia warung-warung makan yang buka di bulan Ramadhan," tulis Rustam di akun Twitternya, seperti dilihat netralnews.com, Jumat (16/4/2021).

Menurut Rustam, warung-warung makan/minum yang buka di bulan puasa bukanlah penyakit masyarakat, melainkan warga yang mengais rejeki di tengah kesulitan ekonomi saat ini akibat pandemi Covid-19.

Karenanya, lanjut Rustam, jika pemerintah belum bisa membantu ekonomi warga itu, maka janganlah menambah beban mereka dengan merazia atau menutup warung tempat mereka mengais rejeki.

Rustam menandai cuitannya itu ke akun Twitter Divisi Humas Polri dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Mereka bukanlah penyakit masyarakat, tapi warga mengais rezeki di tengah kesulitan ekonomi sekarang. Jika pemerintah belum bisa membantu janganlah menambah kesulitan rakyat. @DivHumas_Polri @jokowi," katanya.

Pada cuitan lainnya, Rustam menyebut bahwa esensi dari ibadah puasa bagi umat Muslim adalah menahan akan apapun bentuk cobaan atau godaan.

Untuk itu, Rustam menilai, jika ada pihak yang melarang atau merazia warung makan/minum yang buka di bulan puasa, maka tindakan demikian terlalu berlebihan.

Lagi pula, tambah Rustam, biasanya pengelola warung atau rumah makan tidak terlalu terang-terangan membuka tempat usahanya saat masyarakat tengah menjalankan ibadah puasa.

"Sebagai umat Islam kita tidak perlulah minta dihormati warung-warung makan/minum dengan meminta mereka menutupnya. Puasa adalah menahan diri dari segala godaan yang membatalkan puasa," jelas Rustam.

"Warung-warung itu juga tahu & mereka tidak akan membuka warungnya secara mencolok di siang hari. @DivHumas_Polri @jokowi," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah Kota Serang, Banten, melarang restoran, rumah makan, warung nasi, dan kafe berjualan pada siang hari selama bulan Ramadan.

Larangan itu tertuang dalam surat Imbauan Bersama Nomor 451.13/335-Kesra/2021 tentang tentang Peribadatan Bulan Ramadan dan Idulfitri 1442 H. Di surat itu diatur bahwa restoran dan sejenisnya tutup pada pukul 04.30 WIB hingga 16.00 WIB.

Dalam aturan itu juga disebutkan bahwa restoran atau rumah makan yang nekat beroperasi pada waktu yang dilarang, maka terancam sanksi berupa hukuman 3 bulan penjara. Tak hanya itu, pengelola juga bisa terkena denda maksimal Rp50 juta.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli