Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:37wib
Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menolak gugatan pedangdut Rhoma Irama sebesar Rp1 miliar melawan PT Sandi Record. Komisi IX DPR akan memanggil Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI yang masih mengizinkan Vaksin AstraZeneca untuk digunakan di Indonesia.
Polemik Korupsi Rumah DP Rp0, Denny Sapa Warga Jakarta: Tanah 70 Hektarnya Udah Ketemu? 

Rabu, 17-Maret-2021 11:40

Denny Siregar dan Anies Baswedan
Foto : Kolase Sulsel Ekspres
Denny Siregar dan Anies Baswedan
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar kembali mencuit dan menyindir nyinyir terhadap kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Program Rumah DP Rp0 yang sedang membelit Pemprov DKI Jakarta. 

Kali Ini Denny mempertanyakan apakah tanah 70 hektar sudah ditemukan. Pasalnya, sebelumnya diduga keberadaan lahan yang dibeli adalah bodong. 

“Selamat pagi, @DKIJakarta … Tanah 70 hektarnya udah ketemu?” kata Denny sambil tertawa seperti dinukil Netralnews, Rabu (17/3/21).

Sebelumnya dilansir  Kompas.com, Senin, 15 Maret 2021, Komisi B DPRD DKI Jakarta mengadakan rapat kerja dengan Sarana Jaya. Raker tersebut khususnya diagendakan untuk mendengarkan penjelasan Perumda Pembangunan Sarana Jaya terkait pengadaan lahan-lahan yang berpotensi bermasalah setelah mencuatnya dugaan kasus korupsi pengadaan lahan di Munjul, Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung Jakarta Timur.

Namun, dalam rapat justru terungkap kecurigaan baru soal lahan seluas 70 hektare yang disebut sudah dibeli Sarana Jaya.

Awalnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta penjelasan letak lahan seluas 70 hektar tersebut.

“Pak Plt, kan Anda menyebutkan ada 70 hektare (pembelian lahan), dari 70 hektar itu di mana aja tempatnya,” kata Prasetio kepada Plt Direktur Utama Pembangunan Sarana Jaya, Indra Sukmono.

Prasetio mengatakan apabila sudah disebut angka luasan lahan yang sudah dibeli, maka seharusnya letak lahan tersebut bisa diketahui.

“Kalau Anda sudah berani menyebutkan 70 hektare, nah (data) itu aja kasih ke kita. Karena ini harus diklarifikasi pak,” kata Prasetio.

Dicecar pertanyaan lokasi lahan 70 hektar tersebut, Indra Sukmono hanya diam dan terlihat bingung berbincang dengan beberapa stafnya.

Pimpinan sidang yang juga Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz kemudian menanyakan kapan pihak Pembangunan Sarana Jaya siap memaparkan data terkait letak lahan 70 hektare.

“Kapan bapak bisa siap datanya,” kata Aziz.

Aziz mengatakan, apabila dalam seminggu data tersebut bisa disiapkan, maka rapat kerja akan ditunda dan dilanjutkan pekan depan.

Indra Sukmono mengatakan tidak menyanggupi waktu sepekan yang ditawarkan oleh Aziz.

“Kalau boleh paling lambat satu bulan,” kata Indra.

Mendengar jawaban tersebut, Prasetio lalu mencurigai bahwa apa yang dipaparkan Indra soal pembelian lahan 70 hektar adalah data bodong.

“Berarti paparan bodong yang 70 hektare,” ujarnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto