Netral English Netral Mandarin
banner paskah
23:12wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Roy Suryo Curiga terhadap Dua Surat Wasiat Teroris, Netizen Malah Ungkap Parabola Sudah Berubah Jadi Wajan

Jumat, 02-April-2021 09:35

Kolase Roy Suryo dan ilustrasi foto 2 surat wasiat teroris
Foto : Berita Heboh
Kolase Roy Suryo dan ilustrasi foto 2 surat wasiat teroris
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pernyataan kecurigaan terhadap dua surat wasiat pelaku teror bom Makassar dan Mabes Polri yang diungjap oleh Roy Suryo menjadi perhatian warganet. 

Akun FB mak Lambe Turah ikut mengunggah berita pernyataan tersebut dan banyak netizen malah menanggapi kocak dengan beragam pernyataan mulai dari bom panci, maling panci, hingga parabola berubah jadi wajan. 

MLT: “Curiga mulu nih orang.”

Djoenk Hernan: “Pancinya masih ada?”

Dame Anceria Sidabutar: “Parabola udah jadi wajan.”

Last BoyScout: “Dia keluar dari demokrat karena Tengsin...korupsi panci demi partai tapi gak di bela in..Sekarang PAnSos lagi deh..balik AHY lagi deh..”

Ali Nursea: “Panci mana panci.”

Oki Hin: “Bom panci.”

Sebelumnya diberitakan, Roy Suryo, pakar informatika, multimedia, dan telematika membandingkan dua surat wasiat yang disebut milik pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar dan penyerang Mabes Polri.

Menurut Roy, gaya bahasa kedua surat wasiat tersebut sama. Meskipun cara penulisan beda atau mungkin dibedakan.

Ia menilai gaya penulisan dari kemiringan dan proporsional tulisannya

Viral di SocMed 2 ‘Surat Wasiat’ yang dibuat oleh MLA (26th, pria) pelaku bom Gereja Makassar dan ZA (25th, wanita) pelaku penyerangan airsoft gun Mabes Polri,” tulis @KRMTRoySuryo2 pada Kamis, 1 Maret 2021.

“Meski (di) beda (kan) cara penulisannya: kemiringan, kapital/ proporsional, dsb, namun gaya bahasanya mirip,” lanjutnya.

Untuk diketahui, surat dari MLA (salah satu pelaku bom Makassar) diawali dengan kalimat “Wahai Ummi ku minta maafkan..” Sementara surat dari ZA (penyerang Mabes Polri) diawali dengan “Wahai mamaku, maafin Zakiah..”

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto