Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:21wib
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, Senin (10/5/2021), mengumumkan lockdown atau penerapan perintah kontrol pergerakan (MCO) di seluruh wilayah negara untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat atau penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah pada hari ini, Selasa (11/5) secara daring dan luring.
Rizieq Protes Sidang Eksepsinya Tak Disiarkan, Eko: Kayaknya Ketularan Aldi Taher Nih

Jumat, 02-April-2021 17:40

Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
Foto : Facebook
Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Eko Kuntadhi (EK) menyindir Habib Rizieq Shihab (HRS) yang menyampaikan protes ke majelis hakim karena sidang pembacaan nota keberatan atau eksepsi pada Jumat (26/3/2021) lalu tidak disiarkan secara langsung atau live streaming oleh pihak Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

"Caelah... Minta siaran langsung. Kayaknya ketularan Aldi Taher nih," tulis Eko di akun Twitternya, @eko_kuntadhi, Kamis (1/4/2021).

Seperti diberitakan, Habib Rizieq menyampaikan protes kepada majelis hakim Pengadilan Jakarta Timur karena eksepsi yang dibacakan di sidang sebelumnya tidak disiarkan secara online oleh pihak PN Jaktim.

Habib Rizieq membandingkan sidang pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum dan jawaban jaksa atas eeksepsinya yang disiarkan secara online.

"Pada saat jaksa menyampaikan dakwaan dari berkas saya kerumunan di Petamburan, Megamendung, maupun RS Ummi, semuanya full ditayangkan sehingga publik se-Indonesia mengetahui dakwaan jaksa," kata Habib Rizieq di PN Jakarta Timur, Rabu (31/3/2021).

"Begitu saya melakukan eksepsi dengan penasehat hukum, tidak satu pun ditayangkan streaming dari PN Jakarta Timur," sambung terdakwa kasus kerumunan di Petamburan dan Megamendung serta kasus tes swab di RS Ummi Bogor itu.

Habib Rizieq berpendapat, beda perlakuan pihak PN Jaktim dalam hal menyiarkan persidangan itu merupakan bentuk diskriminatif. Ia merasa sangat dirugikan karena sidang eksepsinya tidak live streaming.

"Saya betul-betul merasa sangat dirugikan, saya lihat ini tindakan diskriminatif dari Pengadilan Negeri Jakarta Timur dari yang bertanggung jawab di bidang streaming," ungkap Habib Rizieq.

Karenanya, eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu meminta mejelis hakim menayangkan ulang sidang pembacaan eksepsinya.

"Saya minta untuk dikabulkan agar rekaman eksepsi yang saya bacakan dan penasihat untuk disiar ulang oleh tim streaming, kalau itu tidak disiar ulang jelas itu diskriminatif," pungkas Habib Rizieq.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati