Netral English Netral Mandarin
banner paskah
17:03wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Rizieq Disebut Berbohong saat Positif Covid, Politisi PKB: Manusia Macam Ini, Jahat!

Rabu, 13-January-2021 14:30

Rizieq Shihab sempat terpapar Covid-19.
Foto : Antara
Rizieq Shihab sempat terpapar Covid-19.
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Luqman Hakim menyindir keras Habib Rizieq Shihab lantaran eks pimpinan FPI itu sempat dinyatakan positif Covid-19 namun mengaku sehat dan tidak terjangkit virus corona.

Luqman mengatakan, kebohongan yang dibuat Habib Rizieq telah membahayakan nyawa umat. Luqman bahkan menyebut bahwa orang seperti Habib Rizieq bisa merusak nama Islam dan habaib.

Hal tersebut disampaikan Luqman mengomentari pemberitaan media soal pernyataan Bareskrim Polri bahwa Habib Rizieq sempat dinyatakan positif Covid-19 pada 25 November 2020 lalu, namun mengaku sehat walafiat dan bebas dari virus corona.

"Positif ngaku negatif, itu bohong dan membahayakan nyawa umat. Positif, meski OTG tetap berpotensi menulari orang lain," tulis Luqman di akun Twitter-nya, Selasa (12/1/2021).

"Ngaku ulama, turunan nabi, imam besar tapi bohong dan membahayakan nyawa banyak orang. Manusia macam ini bikin nama Islam dan habaib rusak. Jahat! #ulamabusuk," tegas @LuqmanBeeNKRI.

Seperti diketahui, Bareskrim Polri telah menetapkan Habib Rizieq sebagai tersangka karena diduga mempersulit Satgas Covid-19 memperoleh data swab di RS Ummi, Bogor, Jawa Barat.

Habib Rizieq dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 216 KUHP dan Pasal 14 undang-undang nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit; serta Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana tentang menyiarkan berita bohong dan menerbitkan keonaran, dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara.

Polisi mengungkapkan, Rizieq juga dijerat pasal penyebaran berita bohong atau hoaks lantaran eks pentolan FPI itu sempat dinyatakan positif Covid-19 saat dirawat di RS Ummi, namun mengaku ke publik lewat media bahwa dirinya sehat walafiat dan bebas Covid-19.

"Kan diketahui bahwa (Rizieq) sudah positif (Covid-19) itu tanggal 25 November. Tapi di 26 November itu mereka ngomong tidak ada masalah, sehat walafiat tidak ada sakit apapun. Disebarkan melalui Front TV," kata Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Andi Rian kepada wartawan, Selasa (12/1/2021).

Selain Habib Rizieq, Bareskrim Polri juga menetapkan dua tersangka lain, yaknimenantu Rizieq, Muhammad Hanif Alatas; dan Direktur Utama RS Ummi, Andi Tatat. Keduanya juga dijerat dengan pasal yang sama seperti Habib Rizieq.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani