Netral English Netral Mandarin
banner paskah
17:45wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Rizal Ramli Bilang Penggunaan Buzzer oleh Pejabat Pemerintah Bentuk Pembodohan Bangsa

Rabu, 10-Februari-2021 14:00

Rizal Ramli
Foto : Istimewa
Rizal Ramli
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ekonom sekaligus mantan Menteri Rizal Ramli mengungkapkan kalau penggunaan buzzer yang dilakukan pejabat adalah pembodohan bangsa. 

Apalagi, kata RR sapaan akrabnya selama ini penggunaan logika bodoh serta kata kata vulgar sangat bertentangan dengan cita cita bangsa dalam mengisi kemerdekaan. 

"Salah satu tujuan kemerdekaan kita adalah ‘Mencerdaskan Bangsa’. Penggunaan buzzeRP oleh pejabat secara masif, menggunakan logika bodoh & bahasa2 vulgar, adalah upaya pembodohan bangsa, bertentangan dgn cita kemerdekaan, " Tulisnya seperti dilansir Jakarta, Rabu (10/2/2021). 

Rizal Ramli juga mencuit twitter politisi Demokrat Benny Kabur Harman terkait kritik pemerintah yang menggunakan buzzer buat meneror netizen. 

"Ttg Kwik Kian Gie Yg Takut Kritik Rezim. Kita minta bubarkan saja cyber army karena kerap meneror netizen. Pelakunya anonim namun penyebaran konten2 mereka sering dibantu akun2 pribadi yg berafiliasi dgn pemerintah. Yg kritik rezim dibuly habis2an.Liberte!," Tulisnya. 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sulha Handayani