Netral English Netral Mandarin
05:29wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Risma: Gak Usah Lihat Saya Sebagai Mensos, Tapi Manusia Tanggung Jawab pada Tuhan

Jumat, 08-January-2021 17:00

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengantar lima orang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Balai Karya “Pangudi Luhur” Bekasi
Foto : Kementerian Sosial
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengantar lima orang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Balai Karya “Pangudi Luhur” Bekasi
18

BEKASI, NETRALNEWS.COM – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengantar lima orang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Balai Karya “Pangudi Luhur” Bekasi untuk memulai kerja di Grand Kamala Lagoon, Bekasi untuk diberikan akses pekerjaan.

Risma mengungkapkan dirinya menemukan para PPKS ini di beberapa wilayah di DKI Jakarta. Dia mengaku setiap berangkat kerja setiap hari pasti akan berubah lokasi keberangkatan. 

"Ketika bertemu dengan warga terlantar, saya merasa punya kewajiban untuk membantu," kata Risma, Jumat (8/1/2021).

Risma mengatakan bahwa apa yang dilakukan merupakan wujud tanggung jawabnya sebagai manusia.

"Jadi, tolong, apa ndak bisa kita melihat bahwa kita manusia. Saya manusia apa kalau saya diam saja melihat warga terlantar," kata Mensos Risma.

Mensos menceritakan bahwa PPKS ini tuna wisma dan tidak punya pekerjaan. Mereka perlu mendapat bantuan dari Kemensos, namun terkendala identitas kependudukan. 

"Gak usah lihat saya sebagai Mensos, tapi sebagai manusia yang punya tanggung jawab kepada Tuhan,” bebernya kepada awak media saat ditemui di Balai Karya “Pangudi Luhur” Bekasi.

Lebih lanjut Mensos akui sulit proses bantuan karena sebagian besar identitas kependudukan PPKS ini tidak jelas. Rabu depan (13/1/2021) pihaknya akan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri akan memberikan akses agar mereka dapat identitas kependudukan. 

"Itu akan memudahkan Kemensos untuk memberikan bantuan sosial kepada mereka,” terangnya.

Tidak sampai disitu, Risma menjelaskan bahwa mereka tidak akan bisa keluar dari kemiskinan jika mereka hanya mendapat bantuan saja. Oleh karena itu Kemensos akan mendorong mereka untuk bisa mengakses pekerjaan atau membuka usaha dari hasil pelatihan yang diberikan di Balai Karya “Pangudi Luhur” Bekasi agar pendapatan mereka bertambah.

“Jika mereka memiliki istri, Kemensos akan hidupkan ‘mesin’ lainnya agar istri PPKS ini bisa membuka usaha dan membantu menambah pendapatan keluarga. Ya ini, pelatihan kewirausahaan di Balai Karya “Pangudi Luhur” Bekasi yang akan jadi bekal mereka,” sebut Risma.

Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono ikut angkat bicara. Ia mengaitkan dengan kondisi pengangguran yang semakin bertambah di wilayah Bekasi akibat pandemi, penambahannya hampir mencapai 10 %. 

“Jadi saya kira apa yang menjadi program Kemensos bahwa tidak hanya memindahkan warga masyarakat yang kurang beruntung kedalam satu tempat, tetapi nilai tambahnya adalah bagaimana memberdayakan mereka sesuai dengan passion, sesuai dengan kemampuan,” tuturnya.

Tri menambahkan bahwa membangun ini dimulai dengan membangun keluarga-keluarga yang baik, yang sehat sehingga bagaimana Indonesia sejahtera saya kira hari ini akan dimulai. 

“Pemerintah Kota Bekasi sangat berterima kasih dan tentunya mendukung apa yang telah dilakukan kemensos,” tutupnya.

Risma percaya bahwa mereka bisa berdaya. Risma ketahui mereka sudah lama menderita dan Kemensos juga akan terus memberi pendampingan untuk memotivasi mereka.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati