Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:51wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Dukung Pembubaran FPI, Ridwan Kamil Disentil DS: Kurang Pendirian, Tergantung Angin Berhembus

Sabtu, 02-January-2021 20:28

Dukung Pembubaran FPI, Ridwan Kamil Disentil Denny Siregar Kurang Pendirian, Tergantung Angin Berhembus
Foto : Istimewa
Dukung Pembubaran FPI, Ridwan Kamil Disentil Denny Siregar Kurang Pendirian, Tergantung Angin Berhembus
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar, Sabtu (2/1/21) membuat cuitan menyentil Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Pasalnya, menurut Denny, sosok Ridwan Kamil kurang punya pendirian.

"Sulit memang jadi pemimpin yang kurang punya pendirian... Tergantung angin berhembus. Kalau dianggap menguntungkan ya kesini, kalau ternyata tidak ya kesana.. Ah, coreeeet... Srett..," kata Denny.

Yang dimaksud Denny bahwa Ridwan Kamil kurang pendirian adalah pernyataannya saat Habib Rizieq kembali tanah air bertolak belakang dengan pernyataannya setelah FPI dibubarkan.

Sempat ajak Silaturahmi

Seperti diberitakan sebelumnya, saat Rizieq Shihab menginjakan kaki ke Tanah Air pada 10 November 2020 yang lalu, Ridwan pun menyatakan bahwa berencana bersilaturahmi dengan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) tersebut.

Seperti dikutip dari Kompas.TV, pihaknya masih belum menetapkan waktu untuk melakukan silaturahmi tersebut.

Tetapi yang jelas, sebagai Kepala Daerah, pihaknya menyebut bahwa menjalin silaturahmi kepada siapapun adalah sebuah keharusan.

“Kita wajib bersilaturahmi. Rencana atau belum ada rencana belum saya putuskan, karena kalau dari sisi markasnya itu tidak hanya di Petamburan ada juga di Bogor, jadi saya kira nanti dipertimbangkan,” ungkapnya.

Dukung Pembubaran FPI

Sementara setelah pembubaran FPI, Ridwan Kamil ikut angkat bicara. Menurutnya, masyarakat harus mengikuti aturan hukum yang berlaku.

"Saya kira sudah viral diberitakan ada pelarangan terkait kegiatan dan hal yang berhubungan FPI. Untuk ini di Indonesia harus mengikuti tata aturan hukum. Kalau hukum sudah menyatakan ini melanggar misalkan tentu ada sanksi. Sanksinya macam-macam," kata Kang Emil-- sapaan Ridwan-- di Kota Bandung, Kamis (31/12) malam.

Dia mengatakan keputusan tersebut sudah diteruskan kepada seluruh daerah yang ada di Jawa Barat. "Jadi saya kira Pemprov Jabar sudah menyosialisasikan keputusan SKB (Surat Keputusan Bersama) ini kepada seluruh 27 daerah untuk menindaklanjuti dengan arahan yang sama dengan pemerintah pusat," tuturnya.

Dengan dikeluarkannya SKB pelarangan FPI ini, Emil mengimbau kepada seluruh masyarakat Jabar yang terafiliasi dengan FPI ataupun tidak agar menaati keputusan tersebut. "Jadi kami imbau semua warga negara baik yang terafiliasi dengan FPI atau tidak untuk menaati surat SKB yang dikeluarkan pemerintah pusat. Indonesia butuh kedamaian, butuh ketaatan," ucap Emil.

Dia pun mengajak untuk berfokus pada penyelesaian pandemi COVID-19. "Mari kita fokus pada penyelesaian pandemi COVID-19. Kurangi hal-hal yang mengganggu konsentrasi kita karena hukum adalah panglima tertinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita," ujar Emil.

Sekadar diketahui, pemerintah resmi melarang kegiatan penggunaan simbol dan atribut Front Pembela Islam (FPI). Pengumuman pelarangan FPI ini disampaikan langsung oleh Menko Polhukam Mahfud Md dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (30/12).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto