Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:58wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
RG Sebut IQ Gorila Lebih Tinggi Dibanding Ambroncius Nababan yang Bully Pigai

Selasa, 26-January-2021 08:00

Rocky Gerung di Gunung Papandayan, Jawa Barat.
Foto : Istimewa
Rocky Gerung di Gunung Papandayan, Jawa Barat.
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Pengamat Politik Rocky Gerung menyebut, tingkat intelegensi atau IQ Gorila lebih tingi dibandingkan dengan Ambroncius Nababan. Dia adalah orang yang melakukan tindakan perundungan atas aktivis kemanusiaan Natalius Pigai.

Ambroncius Nababan seperti diketahui telah membuat jagat media sosial heboh. Dia menyandingkan foto wajah Pigai dengan Gorila dan mengungkit soal Vaksin Sinovac.

Pigai sendiri pernah menyatakan menolak Vaksinasi Sinovac dan disarankan Ambroncius Nababan agar menggunakan Vaksin Rabies.

“Mungkin Gorila, IQ nya lebih tinggi dari beliau. Karena Gorila merasa, ngapain dibandingkan dengan manusia. Toh habitat berbeda, proses evolusi juga berbeda,” tegas Rocky, dikutip dari pernyataan di kanal Youtubenya, Selasa (26/1/2021).

Rocky bahkan bergurau, mungkin Ambroncius Nababan tidak terkena Virus Covid, namun terkena virus cupid. Menurut Rocky, Ambroncius Nababan juga telah melakukan tindakan bodoh karena tidak mampu membuat perbandingan antara vaksin untuk manusia dan vaksin untuk hewan.

“Ya mungkin dia tidak kena Virus Covid si si pembully. Tapi saya pastikan dia kena virus cupid itu. Jadi positifnya dia stupid,” tegas Rocky.

Rocky lantas tergelitik, dari mana Ambroncius Nababan memiliki ide melakukan tindakan tersebut. Menurutnya, ide sangat dangkal dan menunjukkan Ambroncius Nababan tidak mampu melakukan abstraksi sebuah candaan sehingga menggunakan Gorila.

“Dan langsung asosiatif. Mereka yang belajar semiotik menilai orang ini dangkal kemampuan akademis dan intelektualnya,” ujar Rocky.

Rocky membayangkan, Ambroncius Nababan langsung gembira melakukan tindakan itu. Padahal kenyataannya tidak ada sama sekali yang bergembira dengan perbandingan yang kasat.

“Perbandingan yang indah harusnya ada abstraksinya itu , supaya orang bsia kasih interpretasi , owh ya si pembuat meme negatif Covid tapi positif cupid,” ujar Rocky.  

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP