Netral English Netral Mandarin
22:02wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Respon Cepat, Kemensos Reunifikasi "L" yang Viral di Medsos pada Keluarga

Kamis, 25-Maret-2021 17:23

Serah terima L di Gedung Pancakarsa Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Jabar.
Foto : Kementerian Sosial
Serah terima L di Gedung Pancakarsa Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Jabar.
8

BOGOR, NETRALNEWS.COM - Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Balai Disabilitas “Phala Martha” di Sukabumi menerima rujukan kasus Penyandang Disabilitas Mental (PDM) terlantar dari Dinas Sosial Kabupaten Bogor.

Sempat menjadi pemberitaan dan viral di media sosial, “L" seorang PDM terlantar yang ditemukan melahirkan di rumah kosong oleh warga  desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor pada Selasa (2/3/2021). 

“L" pun dibantu warga dan Dinas Sosial Kabupaten Bogor menjalani perawatan kesehatan di klinik bidan terdekat dan bayinya sebelum dibawa ke RSUD Cibinong dan “L" dirujuk ke RSJ “ Dr. Marzoeki Mahdi di Bogor.

“L" dan bayinya usai mendapatkan pelayanan kesehatan selama 23 hari di RS, maka pihak RS sesuai prosedur disarankan menjemput dari RS.

Usai ditracing alamat keluarga “L” yang kondisi sosial ekonomi tidak mampu di Kabupaten Ponorogo memerlukan bantuan untuk dari berbagai pihak untuk pemulangan “L" dan bayinya.

Kondisi keluarga “L" memerlukan bantuan dan menjadikan Kepala Balai Disabilitas “Phala Martha” di Sukabumi melalui Layanan Respon Kedaruratan siap membantu reunifikasi ke keluarga “L" dan bayinya di Ponorogo.

Pada hari ini, di Gedung Pancakarsa Dinas Sosial Kabupaten Bogor dilakukan serah-terima “L" dan bayinya dari Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor kepada Balai Disabilitas “Phala Martha” di Sukabumi yang menindaklanjuti  layanan reunifikasi dengan keluarga di Ponorogo.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati