Netral English Netral Mandarin
banner paskah
21:11wib
Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menolak gugatan pedangdut Rhoma Irama sebesar Rp1 miliar melawan PT Sandi Record. Komisi IX DPR akan memanggil Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI yang masih mengizinkan Vaksin AstraZeneca untuk digunakan di Indonesia.
Respon Berbeda Para 'Pembantu' Jokowi Terkait Revisi UU ITE, HNW: Aneh !

Jumat, 19-Februari-2021 12:04

Mantan Ketua MPR, Hidayat Nurwahid
Foto : Istimewa
Mantan Ketua MPR, Hidayat Nurwahid
11

JAKARTA, METRALNEWS.COM - Mantan Ketua MPR, Hidayat Nurwahid (HNW) menyoroti perbedaan respon para menteri terkait keinginan Presiden Jokowi merevisi UU ITE.

Menurut politisi PKS ini, sebagai pembantu presiden, seharusnya para menteri mengikuti visi presiden sebagai atasannya.

Lebih Aneh lagi jika presiden yang mengikuti maunya para menteri.

"Kok bisa para Menteri merespons secara ber-beda2 keinginan @jokowi unt merevisi UU ITE? Aneh," kata Hidayat Nurwahid dalam akun Twitter pribadinya.

"Bukankah yg ada adalah visi Presiden, bukan visi Menteri? bukankah mrk pembantu Presiden bukan penyanggahnya? Lebih aneh lagi kalau akhirnya Presiden malah mengikuti maunya pembantu2nya!" lanjut dia.

Sebelumnya sejumlah menteri merespon secara berbeda-beda keinginan untuk merevisi Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Rivanlee Anandar menduga anak buah Jokowi menerjemahkan maksud Presiden secara berbeda.

"Ada dua kemungkinan. Jajaran di bawah Presiden tidak menangkap pesan Presiden dengan baik, atau memang sengaja didesain seperti ini," kata Rivanlee.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan akan mengajak DPR bersama-sama merevisi Undang-undang ITE, jika aturan itu dirasa tak dapat memberikan rasa keadilan.

"Karena di sini hulunya, hulunya di sini. Revisi," kata Jokowi pada Senin, 15 Februari 2021.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Nazaruli