Netral English Netral Mandarin
14:01wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Resmikan Terminal Baru Bandara di Halmahera Utara, Jokowi: Infrastruktur Itu Membangun Peradaban

Rabu, 24-Maret-2021 17:30

Presiden Jokowi resmikan perluasan terminal Bandara Kuabang di Halmahera Utara.
Foto : Setkab
Presiden Jokowi resmikan perluasan terminal Bandara Kuabang di Halmahera Utara.
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Pembangunan infrastruktur yang tengah gencar dilakukan di Tanah Air bukan hanya untuk membangun fisik bangunan, tetapi terdapat banyak hal yang akan muncul dan berkembang dengan adanya pembangunan berbagai infrastruktur tersebut.

Demikian disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan Terminal Bandar Udara Kuabang, di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Rabu (24/03/2021) siang.

Ia menyatakan, pembangunan infrastruktur yang dilakukan di seluruh Indonesia adalah bagian dari upaya untuk membangun peradaban.

“Infrastruktur itu adalah membangun peradaban. Ini yang sering enggak kita sadari bahwa infrastruktur itu membangun peradaban,” ujarnya.

Sebagai contoh, kata Jokowi, pembangunan jalan dari Halmahera Utara ke Sofifi telah membangun peradaban baru, dari yang dulunya ditempuh dengan berjalan kaki sekarang dapat ditempuh dengan kendaraan.

“Misalnya, sekarang ada bandara, artinya apa? Kita disiplin harus tepat waktu karena datang ke bandara untuk terbang ke kota lain dan waktunya/jamnya sudah ditentukan, kalau tidak, berarti ditinggal oleh pesawat. Itu juga membangun kedisiplinan baru, membangun peradaban,” ungkapnya.

Berikutnya, dengan infrastruktur yang terus berkembang juga dapat meningkatkan daya saing atau competitiveness bangsa.

“Ini yang juga kita harus tahu semuanya bahwa membangun infrastruktur itu bukan hanya melulu fisik, tidak, tetapi kita membangun sebuah kompetisi, membangun sebuah competitiveness (daya saing) dengan negara-negara lain,” ujarnya.

Selanjutnya, Jokowi mengungkapkan, pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh Indonesia merupakan wujud dari pengamalan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Upaya pembangunan saat ini telah bertransformasi dari Jawa-sentris menjadi Indonesia-sentris.

“Pak, jalannya yang dibangun jangan hanya yang di Jawa saja. Airport-nya, bandar udaranya yang dibangun juga jangan di Jawa dan Sumatra saja. Kami di bagian timur juga memiliki hak yang sama untuk memiliki airport, memiliki jalan yang baik,” ujar Presiden mengutip masukan yang sering didengarnya dari masyarakat.

Terakhir, pembangunan infrastruktur juga dimaksudkan untuk membangun konektivitas antarwilayah di seluruh penjuru Tanah Air.

“Menyatukan, membangun persatuan dan kesatuan kita, menyatukan antardaerah, antarkabupaten/kota, antarprovinsi, antarpulau, antarwilayah, sehingga kita bersatu. Dari Halmahera Utara bisa terbang ke Jakarta, bisa terbang ke Aceh, bisa terbang ke Kalimantan, juga bisa terbang ke timur, ke Papua. Ini bisa menyatukan,” imbuhnya.

Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), terminal penumpang Bandara Kuabang yang dibangun dengan anggaran APBN sekitar Rp50,82 miliar ini memiliki luas 3.500 meter persegi dan dapat menampung hingga 160 ribu penumpang per tahun.

Bandara Kuabang sendiri memiliki landasan sepanjang 2.400 x 30 meter, landasan hubung (taxiway) 100 x 23 meter, landasan parkir (apron) 157 x 72 meter, dan mampu menampung sebanyak 3 pesawat jenis ATR dan 1 pesawat boeing.

Dengan adanya bandara ini, Presiden mengharapkan akan memicu perekonomian daerah sekitar.

“Kita harapkan nanti akan muncul titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di sekitar bandara ini,” ujarnya, seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet.

Pada kesempatan itu, Kepala Negara juga memerintahkan Menteri Perhubungan (Menhub) agar frekuensi penerbangan yang terganggu akibat dampak dari pandemi dapat ditingkatkan kembali. Jika sebelumnya, terdapat dua penerbangan ditambah satu pesawat carter, dampak dari pandemi hanya beroperasi layanan carter. 

Reporter :
Editor : Irawan HP