Netral English Netral Mandarin
banner paskah
16:17wib
Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menolak gugatan pedangdut Rhoma Irama sebesar Rp1 miliar melawan PT Sandi Record. Komisi IX DPR akan memanggil Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI yang masih mengizinkan Vaksin AstraZeneca untuk digunakan di Indonesia.
Resmi Jadi Ketum Demokrat, Moeldoko Beri Sambutan, Selamat Tinggal AHY? 

Jumat, 05-Maret-2021 22:45

Ilustrasi Moeldoko beri sambutan usai menjadi Keyua Umum Partai Demokrat
Foto : Antara
Ilustrasi Moeldoko beri sambutan usai menjadi Keyua Umum Partai Demokrat
32

MEDAN, NETRALNEWS.COM - Meski diterpa pro dan kontra, akhirnya Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang digelar kubu kontra-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tetap berlangsung.

Hasilnya mengejutkan pasalnya Moeldoko terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi kelompok kontra-AHY. Keputusan tersebut merupakah hasil keputusan secara aklamasi.

Untuk diketahui Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat digelar di Hotel The Hill Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021).

Dengan hasil tersebut, pertanyaannya bagaimana dengan pihak Agus Hari Murti Yudhoyono? Apakah akan ditinggalkan dan pendukung Demokrat akan semua sepakat mengatakan "Selamat Tinggal AHY?"

Sambutan Moeldoko

Dalam forum KLB yang dipimpin oleh Jhoni Allen Marbun tersebut seluruh peserta bersepakat memilih Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Sejumlah tokoh nasional terlihat hadir dalam agenda tersebut, di antaranya adalah Max Sopacua dan Marzuki Ali.

Meski demikian, saat proses pemilihan yang dilanjutkan penetapan berlangsung, Moeldoko tidak ada di lokasi KLB yang digelar di sebuah hotel di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara itu.

Usai keputusan penetapan ketua umum tersebut diketuk dalam sidang, panitia kongres kemudian menghubungi Moeldoko untuk meminta persetujuan.

 "Bapak Moeldoko yang terhormat, kami sepakat bapak sebagai Ketua Demokrat," ujar panitia kongres seperti dinukil wartawan Serambinews.com.

 Kabar penetapan pun disampaikan lewat sambungan telepon oleh pimpinan sidang KLB kepada Moeldoko. Mendengar hal tersebut, Moeldoko tidak lantas langsung menerima begitu saja.

Mantan Panglima TNI tersebut lalu ingin memastikan para kadernya tersebut benar serius mendukungnya atau tidak. Setelah dipastikan seluruh kader dan peserta KLB tersebut mendukungnya, Moeldoko lalu menerima amanah tersebut untuk memimpin Partai Demokrat.

"Baik, saya terima menjadi Ketua Umum Demokrat," ujarnya.

Lewat sambungan telepon pula Moeldoko memberikan sambutannya setelag terpilih.

Berikut ini pidato sambutan Kepala Kantor Staf Kepresidenan itu:

"Assalamualaikum, walaupun secara aklamasi rekan-rekan telah memberikan kepercayaan kepada saya, tetapi saya ingin memastikan keseriusan teman-teman semuanya atas amanah ini.

Ini mengingat tidak kalah berat membantu pemerintah seperti saya untuk memulihkan, bangkit kembali dari pandemi yang kita hadapi sekarang.

Untuk itu, tolong saudara-saudara jawab beberapa pertanyaan saya untuk memastikan.

Tolong dijawab secara sopan.

Pertama, apakah pelaksanaan KLB ini sudah sesuai AD/ART atau tidak? (kemudian peserta KLB menjawab 'siap'). Sesuai? (dijawab 'sesuai').

Kedua, saya ingin tahu keseriusan kalian memilih saya sebagai Ketua Umum Demokrat, serius atau tidak? (kemudian dijawan 'serius').

Ketiga, sejauh mana keseriusan sodara bekerja atas nama integritas, menempatkan merah putih di atas kepentingan NKRI di atas kepentingan pribadi atau golongan ? Siap? (dijawab 'siap' dan untuk merah putih harga mati).

Baik, dengan demikian.

Saya menghargai dan menghormati keputusan saudara.

Oke , kita terima menjadi ketua umum Partai Demokrat.

Terima kasih wassalamualaikum wr wb".

Tanggapan kubu AHY

Bagaimana dengan tanggapan pihak AHY? Menurut Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra KLB Partai Demokrat merupakan tindakan ilegal.

Sebab, peserta yang hadir bukanlah pemilik suara sah dan kehadiran mereka di lokasi itu karena tergiur dengan iming-iming uang serta jabatan.

"Peserta Kongres yang diklaim sudah 1.200 orang itu bukanlah pemilik suara sah," jelasnya seperti dilansir Tribunews.com.

"Banyak bukti dan pengakuan dari kader yang bukan pemilik suara, yang ditawarkan insentif money politics asalkan bersedia hadir," jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya menyesalkan kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh oknum kekuasaan tersebut.

Pasalnya, oknum tersebut dianggap secara sengaja menyalahgunakan kekuasaan dan kemampuan finansialnya untuk melengserkan paksa Ketua Umum Partai Demokrat yang sah yaitu Agus Harimurti Yudhoyono.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto