Netral English Netral Mandarin
banner paskah
23:28wib
Indonesia Corruption Watch menilai pengelolaan internal Komisi Pemberantasan Korupsi sudah bobrok. Kapal selam KRI Nenggala-402 yang hilang kontak saat melakukan latihan di perairan Bali karam di kedalaman 600-700 meter.
Refly Harun: Terkesan Aparat Ingin Melakukan Kekerasan pada Habib Rizieq, Bukan Sebaliknya

Senin, 18-January-2021 11:57

Habib Rizieq Shihab
Foto : Istimewa
Habib Rizieq Shihab
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun menilai, Habib Rizieq Shihab (HRS) adalah orang yang kooperatif pada hukum. Pasalnya HRS mendatangi pihak Kepolisian pada 12 Desember 2021.

“Terkesan aparat ingin melakukan kekerasan, bukan sebaliknya. Belum jadi tersangka pun ingin memaksa dan membuat sebuah opini publik seolah Habib Rizieq tidak patuh,” kata Reflly, dikutip dari pernyataan di kanal Youtubenya, Senin (18/1/2021).

Padahal disampaikan HRS, ketika tidak bisa memenuhi panggilan, dirinya mengirim pengacara atau kuasa hukum. Pasalnya kondisi kesehatan tidak terlalu baik dan saat ini malah dikabarkan mengkhawatirkan karena alami sesak nafas dan sakit lambung.

Menurut Refly, perlakukan pada HRS cenderung terlalu berlebihan karena kasusnya hanya soal kerumunan. Refly tegaskan bahwa kasus yang dihadapi HRS bukanlah soal tindak pidana berat seperti pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, teorisme, kejahatan keamanan negara, pengeboman dan sebagainya.

Tetapi dkui bahwa kasus HRS tidak lepas dari yang berkaitan degan politik, apalagi Istana memang menghendaki pembubaran Front Pembela Islam (FPI). Selain itu, sebelum pembubaran FPI justru diwarnai dengan penembakan pada enam laskar FPI.

Menurut investigasi Komnas HAM, empat dari enam orang yang meninggal terakhir telah terjadi pelanggaran HAM. Pasalnya empat orang laskar itu meninggal dalam penguasaan penuh oleh aparat keamanan.  

Refly juga sapaikan kekecewaan, pasalnya Komas HAM tidak melakukan investigasi lebih jauh. Komnas HM tidak melakukan penyidikan pada enam laskar FPI dan menetapkan tersangka kasus tersebut.

“Malah Habib Rizieq dijadikan tersangka terlebih dahulu. Habib Rizieq ditahan dan FPI dibubarkan,” tegas Refly.

Bagi Refly, sudah bertubi−tubi perlakuan negara yang tidak menghargai HAM pada FPI. Kalaupun memang ada kesalahan FPI di masa lalu dan akumulasi sekarang, perlu disampaikan kesalahannya. Pasalnya bentuk menghargai negara hukum adalah tidak main cabut begitu saja izin dari suatu ormas.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli