Netral English Netral Mandarin
banner paskah
18:17wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Ratusan Ternak Babi Mati Mendadak, Ternyata Ini Penyebabnya

Sabtu, 09-January-2021 14:40

Ratusan Ternak Babi Mati Mendadak.
Foto : Antara
Ratusan Ternak Babi Mati Mendadak.
17

FLORES, NETRALNEWS.COM -Ratusan ekor babi yang diternak warga Kecamatan Ile Boleng di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur dilaporkan mati mendadak diduga akibat terserang virus demam babi Afrika (african swine fever).

"Benar, banyak ternak babi warga yang mati mendadak belakangan ini karena diserang penyakit yang gejalanya menyerupai serangan virus demam babi Afrika," kata Camat Ile Boleng Yonas Sapakoly, Sabtu, (9/1/2021).

Ia mengatakan jumlah ternak babi yang mati mendadak diperkirakan sudah lebih dari 200 ekor yang tersebar di desa-desa Ile Boleng yang lebih dominan di Desa Beda Lewun dan Desa Lewopao.

Yonas mengatakan kondisi serangan penyakit ternak ini sangat memprihatinkan karena merugikan warga yang selama ini memelihara ternak babi untuk menunjang kebutuhan hidupnya.

Mengenai upaya penanganan, Yonas mengatakan sejumlah petugas dari dinas terkait di kabupaten sudah turun langsung ke lapangan untuk melakukan penanganan, salah satunya dengan penyuntikan ternak.

"Penyakit yang menyerang babi ini memang diduga karena virus demam babi Afrika karena gejalanya mirip seperti tubuh ternak yang berwarna merah," katanya.

Ia mengatakan pihaknya juga telah memberikan imbauan kepada warga atau peternak agar ketika ada ternaknya yang mati mendadak lagi maka langsung menghubungi pihak desa untuk diteruskan ke kabupaten.

"Kita juga meminta warga agar kalau ada ternaknya yang mati maka dikubur, jangan dibuang ke pantai atau laut,” tutur Yonas, dilansir Antara.

Yonas juga mengimbau agar warga peternak juga memperhatikan kondisi pakan maupun kandang agar tetap higienis sehingga tidak mudah terserang penyakit.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani