Netral English Netral Mandarin
banner paskah
07:00wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Raja Yordania: Dunia Miliki 'Tanggung Jawab Global' Lindungi Pengungsi dari COVID-19

Jumat, 29-January-2021 12:20

Raja Yordania Abdullah
Foto : Istimewa
Raja Yordania Abdullah
16

AMMAN, NETRALNEWS.COM - Raja Yordania Abdullah pada sebuah pertemuan virtual para pemimpin negara pada Kamis (28/1/2021) mengatakan dunia memiliki "tanggung jawab global" untuk melindungi kesehatan pengungsi dari COVID-19.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Raja Yordania setelah negaranya menjadi salah satu negara yang pertama memvaksin para pengungsi.

Memastikan para pengungsi dan migran mendapatkan vaksin adalah kunci untuk mengakhiri pandemi COVID-19 melalui kekebalan kawanan (herd immunity), yang membutuhkan sebagian besar komunitas mengembangkan kekebalan terhadap virus, baik melalui infeksi alami atau vaksinasi, kata para ahli."Merupakan suatu kewajiban moral untuk memperlakukan vaksin sebagai barang publik global guna memastikan bahwa negara-negara berpenghasilan rendah dan miskin tidak berada di ujung antrean untuk mendapatkan vaksin," kata Raja Yordania dalam pidato daring yang diselenggarakan oleh Forum Ekonomi Dunia.

"Di tengah masa-masa sulit ini, menjaga kesehatan dan kesejahteraan pengungsi tetap menjadi tanggung jawab global," ujar Raja Abdullah.

Yordania memiliki pengungsi per kapita terbanyak setelah Lebanon. Yordania menampung sekitar 750.000 pengungsi, termasuk banyak pengungsi dari Suriah, menurut badan urusan pengungsi PBB, UNHCR.

UNHCR menyebutkan bahwa Yordania adalah salah satu negara pertama di dunia yang mengimunisasi para pengungsi sebagai bagian dari program vaksinasi nasionalnya yang terbuka untuk siapa saja yang tinggal di dalam wilayah perbatasan negara itu, terlepas dari status imigrasi mereka.

Kelompok-kelompok bantuan kemanusiaan menyampaikan kekhawatiran bahwa pengungsi, pencari suaka, dan pekerja migran tidak berdokumen di seluruh dunia, termasuk di Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara, sulit dijangkau dan berisiko ditinggalkan dalam kampanye vaksinasi COVID-19.

Platform berbagi vaksin COVAX, yang dirancang untuk memastikan akses yang adil bagi semua untuk mendapatkan vaksin COVID-19, menyampaikan tujuannya untuk memberikan 1,8 miliar dosis vaksin virus corona ke negara-negara miskin pada 2021.

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli