Netral English Netral Mandarin
banner paskah
01:51wib
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menggunakan 17 titik periksa yang sebelumnya disiapkan untuk pengamanan mudik sebagai pos pemeriksaan Surat Izin Keluar-Masuk. Dua hari ke depan diperkirakan akan terjadi lonjakan masyarakat yang nekat mudik Idulfitri 2021.
Punya Potensi EBT 25,31 Gigawatt, Luhut Dorong Pengembangan Kawasan Industri Hijau di Aceh

Rabu, 21-April-2021 17:30

Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Maritim dan Investasi
Foto : maritim.go.id
Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Maritim dan Investasi
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Aceh melalui green industrial park atau kawasan industri hijau.

Hal itu dikatakan Luhut dalam rapat koordinasi pembangunan infrastruktur Provinsi Aceh, dalam keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Rabu (21/4/2021).

Secara rinci, potensi EBT di Aceh mencapai 25,31 gigawatt (GW), terdiri dari 1,2 GW energi panas bumi, 16,4 GW energi surya, 6,6 GW energi hidro, 0,89 GW energi angin, dan 0,22 GW bioenergi.

Salah satu lokasi yang akan difokuskan untuk EBT adalah Kawasan Industri (KI) Ladong. Ditargetkan nantinya Aceh dapat menjadi kawasan percontohan green industrial park. 

Selain itu, KI Ladong akan mampu menjadi magnet penggerak perekonomian di wilayah Aceh.

"Saran saya, koordinasikan dengan Menteri ESDM dengan Menteri Perindustrian untuk membuat Aceh Green Industrial Park supaya arah kita ke sana, mengingat kita punya potensi EBT yang besar," ujarnya.

Selain membahas potensi pengembangan EBT, progres pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhoukseumawe juga dikulik dalam rapat ini. Kegiatan utama di KEK Lhoukseumawe meliputi pembangunan dan pengelolaan kawasan, industri energi, industri petrokimia, industri pengolahan kelapa sawit, dan logistik yang akan melibatkan 40.000 orang pada 2027.

Rapat tersebut juga membahas tentang investasi di Kepulauan Banyak, Kabupaten Singkil. Nantinya, Uni Emirat Arab (UEA) akan menanamkan investasi sekitar 500 juta dolar AS. Untuk menunjang investasi tersebut, diperlukan pembangunan infrastruktur yang mumpuni, seperti pendirian Pelabuhan Singkil dan Bandara Syekh Hamzah Fansyuri.

"Saya yakin ini dapat kasih kontribusi banyak bagi perekonomian Aceh," kata Luhut.

Reporter :
Editor : Irawan HP