Netral English Netral Mandarin
banner paskah
03:02wib
Manchester City melewatkan kesempatan mengunci gelar juara Liga Inggris musim ini seusai menderita kekalahan dari Chelsea, Sabtu (8/5/2021) malam WIB. Potongan surat perihal penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) beredar.
Punya Gerd, Ini Tips Sahur untuk Mencegah Asam Lambung Anda Naik

Jumat, 16-April-2021 14:10

Kondisi saat asam lambung sedang kumat
Foto : Hello Sehat
Kondisi saat asam lambung sedang kumat
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Ibadah puasa bisa dilaksanakan orang sakit meski harus dengan konsultasi kepada dokter. Salah satu penyakit yang kerap menjadi halangan untuk berpuasa adalah asam lambung atau gerd. 

Gerd bisa dengan mudah akan timbul jika orang bersangkutan tidak mematuhi saran dan anjuran dokter. Apalagi ada beberapa kondisi yang memang bisa membuat gerd seseorang kambuh saat puasa antara lain waktu sahur sangatlah terbatas. 

Waktu makan yang terbatas tersebut sangat rentan membuat kita makan terburu-buru. Nah, pola ini sangat tidak dianjurkan untuk penderita penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (Gerd). 

Ada beberapa tips puasa yang dapat dilakukan untuk mencegah kenaikan asam lambung pada waktu sahur, berikut rangkumannya: 

1. Jangan makan yang pedas 

Pastikan tidak mengonsumsi makanan pedas dan berbumbu tajam, terutama pada saat sahur. Sebab, ketika mengonsumsi makanan pedas dan refluks asam lambung terjadi, kerongkongan akan terasa semakin panas sehingga kita akan merasakan sensasi heartburn. "Sensasi heartburn-nya bisa luar biasa kalau habis makan sesuatu yang pedas-pedas," ujar Dr Tirta Prawita Sari, MSc, SpGK dari RS Pondok Indah, seperti dilansir kompas.com, Jumat (16/4/2021).

2. Makan hidangan yang gampang dicerna 

Jika ingin kembali beristirahat setelah sahur, usahakan menghindari makanan yang butuh waktu lama untuk dicerna, seperti makan berlemak, bersantan, dan digoreng menggunakan banyak minyak. 

Jika sangat ingin makan makanan tersebut, usahakan mengonsumsinya pada waktu berbuka di mana jarak antara makan dan tidur terbilang cukup panjang. 

3. Hindari makanan yang menimbulkan gas 

Sayuran seperti kol atau sawi berpotensi menimbulkan gas sehingga dapat menyebabkan bloating atau kembung. Agar lebih aman, cobalah mengonsumsi sayuran seperti labu siam, wortel, oyong, atau sayuran lainnya yang terasa dingin di perut. 

Selain itu, buah-buahan tinggi fruktosa juga berpotensi menimbulkan kembung. Adapun beberapa buah yang tinggi fruktosa antara lain mangga, duku, rambutan, dan lainnya.  Menurut Tirta, kandungan gula tersebut akan menjadi bahan makanan bakteri yang ada di dalam perut sehingga berikutnya akan menimbulkan gas.

4. Menghindari minuman manis 

Sama seperti buah, minuman tinggi gula juga berpotensi menimbulkan gas. Jika tidak tahan dengan godaan es teh manis, atau es sirup yang kerap jadi sajian saat berbuka, lebih baik gunakan gula atau sirup rendah kalori. 

5. Hal yang bisa merelaksasi katup 

Katup lambung harus dijaga agar makanan yang sudah masuk ke lambung tidak kembali naik ke kerongkongan. Pada penderita Gerd, katup tersebut sering kali longgar dan tidak bisa tertutup dengan baik. 

Selain karena perut terlalu penuh, penyebab lainnya juga bisa disebabkan oleh makanan. Salah satunya adalah kafein. Makanan dan minuman mengandung kafein antara lain kopi, teh, cokelat, dan lainnya. Cobalah mengurangi makanan dan minuman tinggi kafein atau menghindarinya sama sekali jika memungkinkan. 

6. Jangan berlebihan Makan Karbohidrat 

Masyarakat Indonesia sangat identik dengan konsumsi nasi. Pada waktu sahur, karbohidrat seperti nasi sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu banyak karena salah satu sumber gizi makro tersebut merupakan makanan kesukaan bakteri di dalam perut kita. 

Karena jika bakteri sampai berfermentasi, maka produksi gasnya akan banyak dan membuat gerd bisa kambuh. 

7. Sahur lebih awal 

Penderita Gerd tidak boleh sampai kekenyangan agar makanan tidak naik kembali dari lambung ke kerongkongan. Untuk itu, tubuh harus diberi waktu lebih untuk mencerna makanan apalagi jika ingin kembali tidur usai sahur.

Menurut Tirta, setidaknya bangunlah satu jam lebih awal dan makan sahur lebih dulu sehingga ada jeda waktu yang cukup panjang dari waktu makan ke tidur. "Jadi, kalau misalnya (shalat) subuh jam 04.30, paling tidak dia harus sudah selesai makan 03.30 supaya ada waktu untuk memastikan makanannya turun," kata Tirta.

Tetaplah dalam posisi tegak selama satu hingga dua jam sebelum tidur untuk memastikan makanan sudah turun. Jika memang bangun terlalu mepet dengan waktu imsak, usahakan menyempatkan diri untuk bergerak. Misalnya berjalan ringan di sekitar rumah atau halaman. 

 

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Irawan HP