Netral English Netral Mandarin
07:12wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
PT PLN Berduka, Salah Seorang Karyawannya Jadi Penumpang Pesawat SJ 182

Minggu, 10-January-2021 05:00

Ilustrasi pesawat Sriwijaya Air.
Foto : Istimewa
Ilustrasi pesawat Sriwijaya Air.
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Keluarga besar PT PLN (Persero) berduka karena salah satu karyawan bernama Ricko menjadi salah satu penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Jakarta - Pontianak.

Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, Agung Murdifi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (9/1/2021), mengatakan Ricko adalah pegawai PLN yang bertugas di PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Kalimantan Bagian Barat dan sehari-hari berdinas di Kota Pontianak.

Sebelumnya, Ricko bertolak ke Jakarta untuk bertugas menyelesaikan program Sertifikasi Manajemen Mutu ISO 9001 dan Kinerja, sesuai dengan tanggung jawabnya sebagai Asisten Manajer Perencanaan Sipil pada Unit PLN itu.

"Ricko adalah pegawai yang sangat berdedikasi dalam menjalankan tugasnya sehari-hari," ujarnya.

Ricko bergabung dengan PLN sejak 2013 dan saat ini menduduki jabatan sebagai Asisten Manager Perencanaan Sipil. Sejumlah prestasi membanggakan pun berhasil diraihnya selama bergabung dengan PLN.

"Kami keluarga besar PLN sungguh berduka atas musibah yang menimpa pegawai kami dan para penumpang serta awak pesawat Sriwijaya Air. Semoga semua keluarga korban diberi ketabahan dan kekuatan oleh Allah SWT," kata Agung Murdifi.

Pesawat bernomor registrasi PK CLC dengan jenis Boeing 737-500 itu, kehilangan kontak pada posisi 11 nautical mile utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan saat menambah ketinggian ke 13.000 kaki.

Pemerintah sudah mengarahkan tim pencarian yang terdiri atas Badan Nasional Pencairan dan Pertolongan (Basarnas), Badan Keamanan Laut, Kementerian Perhubungan, dan berbagai unsur lain.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati