Netral English Netral Mandarin
banner paskah
17:28wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Program Terbaru Pemprov DKI Tata Trotoar, Anggaran Rp100 M, Netizen: Harusnya untuk Normalisasi Ciliwung

Rabu, 10-Maret-2021 10:37

Ilustrasi: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memegang penghargaan Bhumandala KANAKA (Medali Emas) dan serta Bhumandala KENCANA
Foto : Tempo.co
Ilustrasi: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memegang penghargaan Bhumandala KANAKA (Medali Emas) dan serta Bhumandala KENCANA
20

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menata trotoar di 10 ruas jalan Ibu Kota. Penataan ini menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2021 senilai Rp100 miliar.

Banyak warganet menyoroti program tersebut tidak menjawab situasi dan prioritas penanganan masalah di DKI Jakarta. Di akun FB Mak Lembe Turah, Rabu (10/3/21), sejumlah netizen malah mengusulkan agar dana diperuntukkan untuk atasi banjir dan penanganan Covid-19. 

MLT: "Mak sepakat dengan saran dari pak Kenneth. apalagi covid belom musnah. masih ada varian terbaru sudah masuk ke Indonesia.. Sebaiknya hal2 primer yang diutamakan untuk situasi sekarang, penting membangun manusianya dulu daripada membangun benda mati."

Darmawan: "Ada baiknya dana tersebut digunakan untuk hal2 paling penting dulu untuk mengatasi banjir misalnya kok malah buat trotoar kan itu tidak mendesak."

Ali Nursea: "Harusny lebih urgent pembebasan lahan untuk normalisasi sungai Ciliwung."

Sebelumnya dilansir Tribunnews, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho mengatakan, pihaknya sedang melakukan pematangan rencana penataan trotoar.

Rencananya penataan ini dieksekusi serentak pada Mei 2021 mendatang. 

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth meminta kepada Dinas Bina Marga tak perlu melakukan penataan trotoar di ibukota hingga menelan anggaran Rp100 miliar.

Alangkah baiknya, jika anggaran tersebut dialihkan untuk penanganan Pandemi Covid-19 yang sudah satu tahun mewabah di Jakarta.

"Untuk apa dilakukan penataan trotoar di tengah pandemi Covid-19 seperti ini? Anggaran Rp100 miliar itu besar loh, lebih baik anggaran tersebut bisa dialihkan ke penanganan Covid-19 di Jakarta, berupa Bantuan BLT untuk Masyarakat yang membutuhkan," kata Kenneth dalam keterangannya, Senin (8/3/2021).

Ia pun menilai pembangunan trotoar bukan kegiatan yang mendesak. Sebab pembangunan trotoar itu dilihat tidak mengatasi tetapi malahan akan menambah kemacetan di Jakarta.

"Kenapa yang harus diprioritaskan itu penataan trotoar, seharusnya yang dijadikan prioritas adalah kebutuhan warga di tengah pandemi dan penanganan banjir," kata Kent.

Kepala Baguna (Badan Penanggulangan Bencana) DPD PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta ini juga menambahkan, saat ini banyak warga Jakarta yang tak mampu tidak mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Pasalnya, BLT yang disalurkan Pemprov DKI Jakarta tidak merata ke seluruh lapisan masyarakat.

"Data tersebut saya dapatkan ketika mendengar keluhan warga saat reses di wilayah Jakarta Barat, banyak permasalahan yang harus diselesaikan, salah satunya penerimaan BLT yang tak merata. Kasihan warga saat ini sangat butuh bantuan di tengah pandemi Covid-19. Jadi saya minta Pemprov DKI jangan aneh-aneh deh dengan membuat perencanaan pembangunan seperti penataan trotoar yang dianggarkan Rp100 miliar," tuturnya.

Menurutnya, lebih baik anggaran tersebut bisa dialihkan untuk yang lebih bermanfaat bagi warga Jakarta.

"Belum ada urgensinya melakukan penataan trotoar. Nanti jika banjir lagi trotoar akan kembali rusak. Lebih baik penataan trotoar ditunda terlebih dahulu, dialihkan untuk yang lebih urgent saja seperti penanganan Covid-19 yang membutuhkan anggaran besar, serta penanganan banjir," pungkasnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto