Netral English Netral Mandarin
banner paskah
10:38wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Produksi Gula Turun, La Nyalla Minta Pemerintah Genjot Produktivitas Tebu

Kamis, 07-January-2021 04:00

La Nyalla meminta pemerintah menggenjot produktivitas tebu dan kontrol gula.
Foto : Bulog
La Nyalla meminta pemerintah menggenjot produktivitas tebu dan kontrol gula.
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua DPD AA La Nyalla Mahmud Mattalitti turut menyorot turunnya produksi gula. Untuk menjaga kebutuhan pasar. Ia meminta pemerintah menggenjot produktivitas tebu, sekaligus mengontrol harga tebu di pasaran.

Menurut La Nyalla, pemerintah harus memberikan perhatian serius terhadap permasalahan gula.

"Konsumsi gula dalam rumah tangga masih terhitung tinggi. Sehingga sumber daya ekonomi pada sektor perkebunan tebu masih menjadi salah satu andalan kita dalam upaya pemulihan ekonomi di awal tahun 2021," kata La Nyalla dalam keterangan resminya, Rabu (6/1/2021).

La Nyalla menambahkan, salah satu langkah yang bisa ditempuh adalah menggenjot produktivitas tebu."Produktivitas tebu harus terus digenjot dan pemerintah harus menstabilkan harga tebu nasional. Sehingga kebutuhan serta ketersediaan gula di pasaran tetap stabil," ujarnya. 

La Nyalla juga meminta pemerintah sensitif dan mendengar informasi yang berkembang di tingkat petani. "Pemerintah harus memberikan perlindungan berupa kebijakan yang berpihak, agar kita tidak bergantung total pada impor gula," jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono, mengatakan salah satu faktor turunnya produksi dipengaruhi oleh cuaca. 

Kendati demikian, Kementan tetap fokus untuk menggenjot produksi tebu dalam negeri dengan langkah eksetensifikasi dan intensifikasi lahan perkebunan. "Produksi kita 2,13 juta ton itu memang turun karena faktor cuaca," kata Kasdi.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani