Netral English Netral Mandarin
banner paskah
19:21wib
Leicester City berhasil menyabet gelar juara Piala FA usai membungkam Chelsea 1-0 di Stadion Wembley, Sabtu (15/5). Gol tunggal kemenangan The Foxes dicetak oleh Youri Tielemans di menit ke-63. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menutup sementara Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan Taman Margasatwa Ragunan, pada 16-17 Mei 2021.
Presiden China: Dunia Menginginkan Keadilan, Bukan Hegemoni

Rabu, 21-April-2021 06:10

Presiden China Xi Jinping bersalaman dengan Kanselir Jerman Angela Merkel
Foto : USnews
Presiden China Xi Jinping bersalaman dengan Kanselir Jerman Angela Merkel
5

BOAO, NETRALNEWS.COM - Presiden China Xi Jinping pada Selasa (20/4/2021) mengatakan bahwa sistem pemerintahan global harus dibuat lebih patut dan adil, dan bahwa aturan yang ditetapkan oleh satu negara atau beberapa negara tidak dapat diterapkan pada negara lain.

Membangun penghalang dan mendorong pemisahan akan merugikan orang lain dan tidak menguntungkan siapa pun, kata Xi dalam pidato utamanya di Forum Boao tahunan untuk Asia, yang merupakan jawaban China atas konferensi Davos.

China telah lama menginginkan reformasi dalam pemerintahan global di mana perspektif dan nilai dari banyak negara tercermin, termasuk negaranya sendiri, daripada hanya beberapa negara besar.

 

Beijing telah berulang kali bentrok dengan beberapa negara pemangku kepentingan terbesar dalam pemerintahan dunia, khususnya Amerika Serikat, karena berbagai masalah mulai dari hak asasi manusia hingga pengaruh ekonomi China atas negara lain.

"Dunia menginginkan keadilan, bukan hegemoni," kata Xi.

"Sebuah negara besar harus terlihat seperti negara besar dengan menunjukkan bahwa ia memikul lebih banyak tanggung jawab," ujarnya, tanpa menyebut nama negara mana pun.

Pada Jumat (16/4/2021), Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengadakan pertemuan tatap muka -- yang pertama di Gedung Putih sejak ia menjabat -- dengan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, dengan membahas China sebagai agenda utama.

Dalam pernyataan bersama, kedua pemimpin mengatakan mereka "berbagi keprihatinan serius" tentang situasi hak asasi manusia di Hong Kong dan wilayah Xinjiang China, di mana Washington mengatakan Beijing melakukan genosida terhadap Muslim Uighur. Namun, China telah membantah tentang adanya pelanggaran HAM.

Dalam pertunjukan nyata kerja sama ekonomi AS-Jepang dengan mengesampingkan China, Biden mengatakan Amerika Serikat dan Jepang akan bersama-sama berinvestasi di berbagai bidang seperti teknologi 5G, kecerdasan buatan, komputasi kuantum, genomik, dan rantai pasokan semikonduktor.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati