Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:37wib
Singapura akan melarang masuk orang yang dalam 14 hari belakangan memiliki riwayat perjalanan ke India, negara yang kini sedang dilanda gelombang kedua pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memutuskan untuk memperpanjang masa larangan mudik Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.
Prabowo Minta Publik Tak Berpolemik Soal Drone, FH: Kita Nasionalismenya Tinggi Pak, jadi...

Senin, 04-January-2021 17:46

Prabowo Minta Publik Tak Berpolemik Soal Drone, Ferdinand sebut Kita Nasionalismenya Tinggi Pak, jadi wajar merasa terganggu dgn temuan itu
Foto : Istimewa
Prabowo Minta Publik Tak Berpolemik Soal Drone, Ferdinand sebut Kita Nasionalismenya Tinggi Pak, jadi wajar merasa terganggu dgn temuan itu
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto meminta publik tak berpolemik terkait penemuan pesawat nirawak (drone) bawah air di Pulau Bonerate, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kementerian Pertahanan bersama TNI Angkatan Laut (AL) tengah menangani permasalahan tersebut. "Saat ini TNI AL sudah menyatakan bahwa drone yang ditemukan tersebut adalah sea glider yang biasa digunakan untuk survei data oseanografi," kata juru bicara Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin, 4 Januari 2020.

Menanggapi pernyataan Menhan, mantan politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean, Senin (4/1/21) melalui akun Twotternya mengatakan: "Pak @prabowo  yth, publik tentu wajar mempertanyakan kinerja bapak soal pertahanan negara sbg Menhan atas temuan drone laut tersebut dan itu bkn berpolemik."

"Masyarakat kita nasionalismenya tinggi pak, jd wajar merasa terganggu dgn temuan itu," tegas Ferdinand.

Sementara sebelumnya dilansir Medcom.id, TNI AL melalui Pusat Hidrografi dan Oseanografi terus menyelidiki lebih lanjut drone tersebut.

Prabowo berharap rakyat mendukung TNI yang bekerja keras memperkuat pertahanan Indonesia.

"Mari bersama memperkuat pertahanan rakyat semesta untuk memastikan NKRI yang lebih kuat," ungkap Dahnil.Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono menyebut drone tak hanya digunakan untuk keperluan militer. Teknologi ini juga dimanfaatkan dalam industri perikanan. Menurut Yudo, drone itu bisa dimanfaatkan untuk melihat banyaknya plankton di suatu perairan. Bila kaya akan plankton, perairan itu dipercaya mengandung sumber daya perikanan yang tinggi. Selain itu, drone bisa dimanfaatkan pada pengeboran minyak. "(Untuk) pertahanan bisa gunakan melihat kedalaman yang aman bagi kapal selam agar tidak terdeteksi," kata Yudo.Drone yang ditemukan di perairan Indonesia berupa underwater sea glider. Fungsi alat ini berfungsi mengumpulkan data-data di dalam laut. Underwater sea glider dapat bertahan bekerja selama dua tahun di dalam laut. Namun, Yudo belum bisa memastikan siapa pemilik underwater sea glider yang ditemukan di Indonesia. Bila pemilik alat itu sudah dapat dipastikan, misi underwater sea glider masuk ke perairan Indonesia baru bisa diketahui.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto