Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:19wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Poster HRS di Sarang Teroris, DS: Mau Ledakkan Banyak Tempat Ibadah, Jangan Kaget bila Ada Anggota FPI Bakal Ditangkap Lagi

Selasa, 30-Maret-2021 07:35

Kolase poster HRS dan Denny Siregar
Foto : Istimewa
Kolase poster HRS dan Denny Siregar
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar mengulas masalah FPI yang menurutnya dianggap sebagai sarang pembibitan teroris. Catatan itu ia unggah di akun FB-nya, Senin malam (29/3/21), dengan judul “FPI, Sarang Pembibitan Teroris”. 

"Hati-hati, anggota FPI mau meledakkan banyak tempat ibadah di Indonesia. Mereka ingin ada pembalasan terhadap penangkapan Riziek, Imam besar mereka.."Info itu didengar Denny beberapa hari lalu sesudah penangkapan 21 anggota teroris di Makassar.

“Perburuan polisi terhadap para teroris ini belum selesai. Beberapa tempat sudah dipantau terkait jaringan teroris Makasar. Kemungkinan dalam waktu dekat kita akan mendengar lagi, beberapa teroris ditangkap.  Dan jangan kaget, kalau diantara mereka ada anggota FPI lagi,” imbuh Denny.

Berikut catatan Denny:

FPI, SARANG PEMBIBITAN TERORIS 

"Hati-hati, anggota FPI mau meledakkan banyak tempat ibadah di Indonesia. Mereka ingin ada pembalasan terhadap penangkapan Riziek, Imam besar mereka.."

Info itu saya dengar beberapa hari lalu sesudah penangkapan 21 anggota teroris di Makassar. Dari 21 teroris itu, 19 diantaranya adalah anggota FPI aktif. Dari merekalah, polisi melacak keberadaan jaringan lainnya dan diketahui mereka ada di beberapa tempat termasuk di Jakarta dan Bekasi.

Di Jakarta, tepatnya di daerah Condet dan di Bekasi, Densus 88 berhasil menggerebek sarang mereka. Dari mereka juga disita 5 bom aktif dan bahan peledak yang cukup untuk membuat 70 bom pipa. Dan yang tidak mengherankan, di dalam rumah para teroris itu, ada poster Riziek dan baju FPI beserta kartu anggota mereka. 

Sayangnya, satu pasangan teroris di Makasar berhasil lolos dan meledakkan diri mereka di depan Gereja Katedral dgn bom daya ledak tinggi. Untungnya tidak ada korban jiwa, selain pasangan teroris itu.

Perburuan polisi terhadap para teroris ini belum selesai. Beberapa tempat sudah dipantau terkait jaringan teroris Makasar. Kemungkinan dalam waktu dekat kita akan mendengar lagi, beberapa teroris ditangkap. 

Dan jangan kaget, kalau diantara mereka ada anggota FPI lagi.

Sejak dulu, polisi memang sudah melihat bahwa FPI adalah tempat pembibitan para teroris. Penembakan di tol KM 50 itu karena para laskar FPI itu ganasnya sudah bukan lagi level ganas ormas, tapi ganas level teroris yang menganggap bahwa mereka berjihad dan anggota polisi itu halal darahnya.

Kita harus angkat secangkir kopi atas sigapnya kepolisian menghadapi mereka. Pasti panah fitnah akan menghajar pihak kepolisian kita dari para simpatisan mereka. Seperti biasa, simpatisan FPI akan menyangkal dan menganggap bahwa semua itu settingan aparat.

Jangan kasih kendor, pak Pol. Pepet terus. FPI boleh bubar, tapi sel-selnya masih terus bergerak dan menunggu kesempatan untuk mereka keluar.Seruput kopinya..

Denny Siregar

Penemuan kartu anggota FPI

Sebelumnya diberitakan, barang bukti berupa poster Habib Rizieq Shihab, seragam berwarna hijau bertuliskan FPI, kaus reuni 212 dan buku berjudul FPI dengan tajuk Amar Ma'ruf Nahi Munkar turut diamankan saat penangkapan empat terduga teroris di Kabupaten Bekasi dan Condet, Jakarta Timur. 

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menjelaskan barang-barang bukti tersebut turut disita oleh Densus 88 dan menjadi bukti awal pengembangan penyidikan. 

"Semua barang bukti yang didapatkan di TKP tentunya akan akan menjadi temuan awal yang akan didalami oleh teman-teman penyidik densus 88 Antiteror Polri," kata Fadil di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (29/3). 

Ketika disinggung mengenai keterkaitan dengan Habib Rizieq dan FPI, Fadil mengaku enggan berkomentar lebih lanjut. Ia mengatakan akan menyampaikannya setelah diselediki oleh tim Densus 88. 

"Jika ada keterkaitan itu kan sebagai temuan awal akan didalami oleh teman-teman Densus 88. Nanti perkembangannya Pak Yusri (Kabid Humas) dan nanti dengan Divisi Humas, Densus 88 akan memberikan penjelasan terkait dengan perkembangan hasil penyidikan," ungkapnya. 

Sebelumnya, jajaran Polda Metro Jaya dan Densus 88 Antiteror mengamankan empat terduga teroris di Kabupaten Bekasi dan di Condet, Jakarta Timur. 

Keempat terduga teroris tersebut berinisial ZA (37), BS (43), AJ (46) dan HH (56). Keempat terduga teroris memiliki perannya masing-masing. Fadil mengatakan HH memiliki peran yang cukup penting, yakni merencanakan dan mengatur teknis pembuatan bom. 

"Ia memiliki peran cukup penting dalam kelompok ini. Ia yang merencanakan, mengatur taktis dan teknis pembuatan bersama ZA, hadir dalam beberapa pertemuan untuk mempersiapkan kegiatan amaliah ini. Membiayai dan mengirimkan video tentang teknis pembuatan kepada tiga tersangka lainnya," kata Fadil. 

Dalam penangkapan itu, turut diamankan ada lima bom siap digunakan. Kemudian beberapa bahan baku pembuatan bom, kurang lebih 4 kilogram bahan peledak. Serta ditemukan lima bom aktif yang sudah dirakit dalam bentuk kaleng dengan sumbu yang terbuat dari PATP. 

"Ini adalah sebuah senyawa kimia yg mudah meledak, dan tergolong sebagai high explosive yang sangat sensitif, PATP senyawa peroksida yang memiliki sifat khas sangat mudah terbakar hanya dengan gesekan, panas dan pemicu yang lainnya," tutur Fadil dinukil Media Indonesia..

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto