Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:16wib
Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Rizieq Shihab dengan pidana penjara selama dua tahun dalam kasus dugaan pelanggaran kesehatan di Petamburan, Jakarta Pusat. Mabes Polri mengklaim ada 1.864 kasus yang ditangani menggunakan pendekatan restorative justice (keadilan restoratif) sepanjang 100 hari kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjabat.
Ubah Positif COVID-19 Jadi Negatif dalam 15 Menit dengan Makan Bawang dan Garam Dipastikan Hoaks

Jumat, 23-April-2021 04:00

Ilustrasi berita bohong atau hoax.
Foto : freepik.com
Ilustrasi berita bohong atau hoax.
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menegaskan bahwa orang positif COVID-19, dalam waktu yang singkat dapat berubah menjadi negatif dengan cara makan bawang mentah dicampur garam, adalah hoaks alias bohong.

Penegasan itu menanggapi postingan di akun twitter @/Dilipkumar28 yang mengunggah video berdurasi 28 detik yang mengklaim bahwa mengonsumsi bawang mentah dengan garam batu akan membuat seseorang yang positif covid-19 menjadi negatif setelah 15 menit.

"Faktanya, tidak ada informasi dari kementerian setempat perihal penggunaan kedua benda itu. Informasi yang sama juga tidak ditemukan dalam laman Lembaga Kesehatan Dunia (WHO)," demikian seperti dikutip dari laman resmi Satgas Penangangan COVID-19 di covid19.go.id, Kamis (22/4/2021).

Melansir dari situs thequint.com, hingga 19 April 2021, baik WHO maupun otoritas kesehatan di India tidak menyarankan pengobatan rumahan apa pun sebagai obat untuk COVID-19.

Para ilmuwan dari Jerman telah membuat hipotesis tentang penggunaan bawang dalam pengobatan COVID-19 tetapi sejauh ini belum ada eksperimen yang dilakukan untuk membuktikan hipotesis tersebut.

Dr S Krishnaswamy, salah satu pendiri Indian Scientists Response to COVID-19, dan Pensiunan Profesor Bioinformatika, Universitas Madurai Kamraj, yang mengatakan bahwa klaim tersebut tidak benar.

Dr Krishnaswamy mengatakan bahwa meski bawang merah dan bawang putih memiliki senyawa yang menunjukkan aktivitas antivirus, mereka tidak dapat menyembuhkan COVID-19 atau membuat satu tes menjadi negatif.

 

Reporter :
Editor : Irawan HP