Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:47wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Polri Terjunkan Tim Inafis dan Densus Indentifikasi Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar

Minggu, 28-Maret-2021 12:05

Petugas kepolisian berjaga di lokasi ledakan bom di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). (ANTARA FOTO/Abrian Abhe/foc)
Foto : Antara
Petugas kepolisian berjaga di lokasi ledakan bom di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). (ANTARA FOTO/Abrian Abhe/foc)
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mabes Polri menerjunkan Tim Inafis (Automatic Finger Print Identification System) Polri turun tangan membantu penanganan bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021).

Tak hanya tim Inafis, pasca ledakan bom bunuh diri, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror telah bergerak. Demikian dikatakan Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto.

Agus menjelaskan Mabes Polri membantu Inafis Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri itu. Pendalaman kejadian dan bukti-bukti juga bakal dilakukan. 

"Dari Inafis kita juga sudah backup Inafis Polda (Sulsel). Bukan hanya itu ya (identifikasi pelaku), terkait hal yang berkaitan dengan kejadian dan alat bukti," tuturnya.

"Dari Pidum khusus penanganan kejahatan antar wilayah juga ikut membackup penanganan kasus tersebut," tandas Agus.

Diketahui, sebuah ledakan yang diduga berasal di bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Makassar. Kapolda Sulsel Irjen Merdisyam mengungkapkan, saat ledakan terjadi, misa tengah digelar di dalam gereja.

Merdisyam mengungkapkan sejumlah jemaat gereja diduga menjadi korban ledakan. Selain itu, satu orang yang diduga pelaku bom bunuh diri menjadi korban tewas.

"Saat ini yang kita ketahui pelakunya 1 dan beberapa jemaat 3 atau 4 sedang kita datakan kita bawa ke rumah sakit," katanya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati