Netral English Netral Mandarin
banner paskah
23:10wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Polres Jakpus Bongkar Pabrik Narkoba Tembakau Gorila

Rabu, 06-January-2021 19:00

Polres Metro Jakarta Pusat kembali membongkar pabrik pembuatan tembakau gorila.
Foto : Polres Jakbar
Polres Metro Jakarta Pusat kembali membongkar pabrik pembuatan tembakau gorila.
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat kembali membongkar pabrik pembuatan tembakau gorila yang beroperasi selama 1 tahun di Jalan Budi Raya, Kemanggisan, Jakarta Barat, Rabu (06/01/20).

Para pelaku berinisial AP, SNJ, MAH dan OIAD merupakan jaringan dan dalam satu komunitas yang sama.

Saat dilakukan penangkapan, tersangka AP terpaksa diterjang timas panas oleh anggota satnarkoba. Pasalnya, AP berusaha kabur ketika dilakukan pengembangan. "Dooorrr...!!" tersangka AP pun tersungkur setelah betis kirinya diterjang timah panas.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Panjiyoga menegaskan, satu tersangka terpaksa diberikan tindakan tegas terukur dibagian kaki karena berusaha kabur saat dilakukan pengembangan. Peran AP sebagai pengedar, sedangkan peracik tembakau gorila pemilik home industri berinisial MAH.

"Tersangka menjual 50 gram tembakau gorila seharga Rp 20 juta. Dia menjual ke pengecer-pengecer lagi. Karena yang kita tangkap ini pembuat atau pabrik pembuatan tembakau gorila langsung," ungkapnya.

Tersangka memasarkan produk tembakau gorila yang dikemasnya di dalam plastik klip berwarna putih yang ditempelkan merk mereka. Mereka menjualnya melalui aplikasi whatsapp dan media sosial instagram.

"Mereka sudah 1 tahun mengedarkan barang haram itu. Para pelaku belajar meracik melalui aplikasi chatting dan komunitas," ujarnya.

Menurut Kasat, efek dari tembakau gorila yang dijual para pelaku itu lebih keras dari ganja alami. "Daya halusinasi tingkat tinggi sehingga dapat membuat orang jadi blank. Para pelaku dijerat Pasal 114 dan 112 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun," tutupnya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani