Netral English Netral Mandarin
banner paskah
18:00wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Duh, Senior Demokrat Malah Ungkap SBY Lebay dan Panik, Netizen: Bapak Ini Sangat Keibuan 

Jumat, 26-Februari-2021 11:22

Susilo Bambang Yudhoyono
Foto : CNN Indonesia
Susilo Bambang Yudhoyono
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus senior Partai Demokrat (PD), HM Darmizal menilai sikap Ketua Majelis Tinggi PD, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkesan panik, berlebihan, dan lebay dalam merespon isu Kongres Luar Biasa (KLB). 

Menurutnya, penjelasan mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu terlalu reaktif dan penuh emosi. 

"Kita semua heran dengan sikap reaktif pak SBY. Reaksi orang besar yang terlalu berlebihan dan, mohon maaf, beliau rasanya agak lebay gitulah," kata Darmizal kepada wartawan, Kamis (25/2/2021).

Ternyata pernyataan Darmizal ramai menjadi sorotan warganet. Di Akun FB Mak Lambe Turah, Jumat  (26/2/21) sejumlah netizen memberikan komentar.

MLT: "Bukan mak yang ngomong."

Faisal Andi Saputra: "Bapak ini sangat keibuan."

Hijra Al-Isra: "Biasalah."

Pakdhe Gemblung: "Ketum karbitan ya jadinya kacau."

Rachmad Khoirrul: "Bukan nya ber- empati sma negara dan warga yg sedang kesulitan selama covid dan bencana.. ini malah warga di suruh empaty sama dia."Prakasha: "Hahahaa..memang berlebihan..KOK KUDETA..berasa parpol dia yg bikin..jd harus jadi warisan turun temurun..faktanya..di wariskan kepemimpinanya...jd ketika mau dibawa agar PARPOL INI LEBIH DEMOKRASI SESUAI NAMANYA..eeeeeh dibilanh kudeta. Terus paprol di kudeta..bilang DEMOKRASI NEGARA HANCUR..apaaaaa siiiih...cuma PARPOL..BUKAN NEGARA...jadi yah fix lebay..sy setuju."

Sebelumnya diberitakan, Darmizal mengatakan, narasi soal KLB tak bisa disamakan dengan kudeta. Menurut dia, munculnya wacana KLB ini merupakan wujud kegelisahan dari sejumlah kader akan masa depan partai.

Ia mengungkapkan, eksistensi Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kini cenderung menurun. Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas 2021, Partai Demokrat berada diurutan ke-5 dengan elektabilitas partai hanya 4,6 persen.

Posisi ini tertinggal jauh dengan PDIP (19,7 persen), Gerindra (9,6 persen), dan PKB (5,5 persen).

"Partai Demokrat sekarang tidak greget, pusat kepemimpinan Partai Demokrat melempem dan kalah gengsi dibandingkan PDIP,  Gerindra, Golkar, Nasdem dan lain-lain," ujarnya.

"Partai Demokrat saat ini mati gaya. Kepemimpinn AHY sibuk tebar pesona saja isinya, tapi dicuekin rakyat. Ini bahaya bagi nasib PD 2024. Tolong pak SBY pahami ini. Berkoalisi dengan rakyat tapi hasil survey dan faktanya membuktikan PD dijauhi rakyat," imbuhnya.

Darmizal pun meminta agar SBY tak menakut-nakuti rakyat dengan membuat narasi yang berlebihan soal KLB.

Sebab, KLB ini, selain merupakan gerakan alamiah demokrasi, KLB juga akan menyelamatkan masa depan partai.

Ia pun membantah pernyataan SBY yang menyebut KLB akan mengganti seluruh kepengurusan, mulai dari tingkat pusat, daerah, bahkan DPRD bakal melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW). 

"Tuduhan SBY itu hampa dan kosong belaka. Yang salah dan fatal itu kepemimpinan Ketua umum AHY, sehingga dia yang harus diganti. KLB ini gerakan alamiah demokrasi, sangat sehat, dan bagus untuk titik balik menjemput masa depan cemerlang di bawah kepemimpinan baru yang matang, mumpuni, berpengalaman panjang mengabdi NKRI," pungkasnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto