Netral English Netral Mandarin
banner paskah
00:00wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Politisi PSI: Dua Cara Anies Atasi Banjir, Perbanyak Omongan dan Kerahkan Buzzer

Kamis, 25-Februari-2021 22:40

Guntur Romli, politisi PSI.
Foto : psi.id
Guntur Romli, politisi PSI.
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait penanganan banjir di Ibu Kota.

Menurut Guntur, cara Anies menyelesaikan masalah banjir di Jakarta, yakni dengan perbanyak omongan dan mengerahkan buzzer di media sosial.

"Cara @aniesbaswedan menyelesaikan banjir di Jakarta: 1. Memperbanyak omongan 2. Mengerahkan pasukan buzzer di Medsos (dana operasional sebagai gubernur milyaran tuh tiap bulan)," tulis Guntur di akun Twitternya, @GunRomli, Rabu (24/2/2021).

Pada cuitan sebelumnya, Guntur Romli juga menyinggung pernyataan Anies Baswedan mengenai mengatasi banjir di Ibu Kota.

Guntur mengunggah tangkapan layar artikel dari salah satu media daring dengan judul "Banjir Rendam 200 RT, Anies: Airnya Harus Ditarik".

Artikel itu memuat pernyataan Anies tentang bagaimana penanganan banjir yang melanda Jakarta pada Sabtu (20/2/2021).

Guntur juga mengungkit pernyataan Anies pada masa kampanye Pilkada DKI 2017 lalu yang mengkritik cara penanganan banjir yang dilakukan Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). 

Kala itu Anies mengatakan "...Ini melawan sunnatullah. Kenapa? karena air turun dari langit ke bumi bukan ke laut, harusnya di masukkan ke dalam bumi, masukkan ke tanah. Di seluruh dunia air itu di masukkan ke tanah, bukan di alirkan pakai gorong-gorong raksasa ke laut, Jakarta telah mengambil keputusan yang fatal".

Selain itu, Guntur Romli juga menyinggung pernyataan anak buah Anies, Anggota TGUPP DKI, Muslim Muin pada Januari 2020 lalu yang pernah meminta warga menangkap air hujan untuk mencegah banjir di Ibu Kota. Menurutnya tindakan menangkap air itu bagian dari konsep naturalisasi sungai yang diusung Anies.

Atas semuanya itu, Guntur Romli meminta warga Jakarta bersabar karena pernyataan-pernyataan konyol dari Gubernur Anies akan terus muncul hingga berakhir masa jabatannya pada 2023 mendatang.

"Dari air harus dimasukkan ke dalam tanah, air yang harus ditangkap, sekarang air harus ditarik. Bersabarlah, omongan- omongan konyol seperti ini akan terus sampai tahun depan sampe dia minggat dari Balai Kota," tulis Guntur Romli di akun Twitternya, Minggu (21/2/2021).

Sebelumnya diberitakan, 200 RT di Jakarta terendam banjir pada Sabtu (20/2/2021), imbas hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Jumat (19/2/2021) malam.Terkait hal itu, Anies Baswedan mengaku telah menginstruksikan jajarannya untuk tanggap di setiap lokasi genangan.

"Semua proses untuk mengalirkan air, untuk mengeringkan itu dilakukan di wilayah-wilayah yang posisinya rendah yang airnya harus ditarik, maka sudah disiapkan pompa-pompa," kata Anies, Sabtu (20/2/2021). 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP