Netral English Netral Mandarin
banner paskah
02:31wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Politisi Gerindra Tersangkut Kasus Dugaan Penipuan, Polda Metro: Kami Akan Segera Proses

Jumat, 09-April-2021 07:41

politisi Partai Gerindra Haerul Saleh
Foto : Istimewa
politisi Partai Gerindra Haerul Saleh
22

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Seorang pengusaha asal Jakarta, Surya Ismail Bahari, melaporkan politisi Partai Gerindra Haerul Saleh ke Polda Metro Jaya atas kasus dugaan penipuan lebih dari Rp16 miliar.

Surya menjelaskan duduk perkara laporannya itu. Menurut Surya, sekitar Juli 2018 silam, Haerul menemui dirinya. Dalam pertemuan tersebut, Haerul mengaku memiliki lahan nikel di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk digarap.

Namun, kata Surya, anggota Komisi XI DPR itu menerangkan bahwa untuk menggarap lahan tersebut dibutuhkan dana.

Haerul, lanjut Surya, juga mengatakan memerlukan dana untuk mengangkut biji nikel sebanyak 100 ribu MT yang dikelola PT Ringa Jhon Indocemet yang melakukan kerja sama operasi dengan PT Toshida Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, Surya menyebut dana yang diminta Haerul jumlahnya mencapai Rp16,4 miliar. Dana pinjaman berikut kompensasinya sesuai perjanjian bahwa akan dikembalikan pada dua bulan, sekitar Agustus 2018.

“Tapi hingga saat ini saya belum terima duitnya sepeser pun,” kata Surya kepada wartawan, Kamis (8/4/2021).

Karena dana pinjaman itu tak kunjung dikembalikan, Surya lantas mempolisikan Haerul ke Polda Metro Jaya pada 2019 lalu. Surya menyebut, laporannya itu sudah dinaikkan ke tahap penyidikan.

“Semua bukti juga telah saya serahkan kepada pihak kepolisian. Saya sebagai masyarakat biasa hanya bisa berharap agar kasus ini segera dituntaskan oleh pihak kepolisian,” jelasnya.

Terkait hal itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membenarkan adanya pengaduan kasus yang membelit Haerul Saleh. Kasusnya kini ditangani Reserse Kriminal Umum Polda metro Jaya.

"Saya sedang cek laporannya dan ini menjadi kewenangan Kriminal Umum Polda Metro Jaya," kata Yusri kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/4/2021) 

"Kami akan segera proses," tegas Yusri.

Sementara itu, pemerhati korupsi Indonesia, Rafil, mendesak Kapolda Metro Jaya Fadhil Imran agar segera memproses kasus ini. Ia meminta agar perkembangan penyidikan kasus tersebut harus diungkap ke publik.

“Jangan karena dia pejabat lantas perlakuannya berbeda dengan pelaku kriminal lainnya yang langsung ditahan, kita tidak mau ada standar ganda dalam proses hukum," pungkasnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati