Netral English Netral Mandarin
banner paskah
22:59wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Politisi Demokrat: Kalau HRS Tersangka Mustinya Raffi dan Ahok Juga, Itu Logika Hukum

Kamis, 14-January-2021 22:20

Politis Demokrat Taufiqurrahman
Foto : DPR Go Id
Politis Demokrat Taufiqurrahman
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Demokrat Taufiqurrahman ikut mengomentari kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam acara ulang tahun yang dihadiri dihadiri Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahja Purnama (BTP/Ahok) hingga selebritas Raffi Ahmad cs.

Taufiqurrahman membandingkan peristiwa kerumunan yang dihadiri Raffi dan Ahok dengan sejumlah kasus kerumunan yang melibatkan Habib Rizieq Shihab (HRS).

Diketahui, Habib Rizieq menjadi tersangka kasus dugaan penghasutan dan kerumunan saat acara pernikahan putrinya dan peringatan Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta Pusat pada November 2020 lalu. Ia kini ditahan terkait kasus tersebut.

Selain itu, Habib Rizieq menjadi tersangka tunggal di kasus kerumunan di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

"Acara kerumunan yang dibikin HRS dilakukan saat PSBB Transisi. Party yang melibatkan Raffi dan Ahok dilakukan saat PSBB Diperketat dan belum lama setelah dilakukan vaksinasi," tulis Taufiqurrahman di akun Twitter-nya, @taufiqrus, Kamis (14/1/2021).

Taufiqurrahman berpendapat, jika acara kerumunan yang dibuat HRS berujung pada penetapan tersangka eks pimpinan FPI itu, maka seharusnya Raffi dan Ahok juga ditetapkan sebagai tersangka karena terlibat kerumunan.

"Kalau HRS jadi tersangka mustinya Raffi dan Ahok juga bisa jadi tersangka,  itu logika hukumnya," kata Taufiqurrahman.

Sebelumnya diberitakan, nama Ahok, Raffi Ahmad dan sejumlah artis menjadi buah bibir netizen setelah beredar foto dan video mereka tengah berkumpul di sebuah pesta dengan tidak menerapkan protokol kesehatan, seperti tak menjaga jarak hingga tanpa masker. 

Belakangan diketahui jika pesta yang dihadiri Ahok dan Raffi Ahmad cs merupakan acara ulang tahun bos KFC Indonesia, Ricardo Gelael. Acara tersebut digelar di kediaman Ricardo di kawasan Mampang, Jakarta Selatan pada Rabu (13/1/2021) malam.

Terkait hal itu, Kapolsek Mampang, Kompol Sujarwo mengakupihaknya telah melakukan penelusuran dengan mendatangi tempat tersebut dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Sujarwo mengatakan, pesta ulang tahun itu digelar di rumah pribadi. "Itu rumah pribadi ya, bukan cafe dan sebagainya," ujarnya kepada wartawan, Kamis (14/1/2021).

Dijelaskannya, berdasarkan keterangan pihak keamanan setempat, seluruh tamu yang hadir melakukan swab test antigen untuk memastikan bebas Covid-19.

"Keterangannya tadi sudah dilalui melalui protokol kesehatan, diswab antigen. Kemudian dari luas lokasi ya cukup luas kapasitasnya," terang Sujarwo.

Keterangan saksi juga menyebutkan jika acara tersebut bukanlah acara publik, melainkan bersifat pribadi dan tak mengundang banyak orang.

Bahkan, jumlah tamu yang hadir dalam acara pesta tersebut hanya berkisar 18 orang. Sementara kapasitas rumah dan aula ditaksir bisa menampung 500 orang.

"Luasnya bisa muat 500an orang kali. Dan bangunan pun bangunan sedang direnovasi," beber Sujarwo.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani